Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Beragam bencana menerjang Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sepanjang tahun 2025.
Data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukkan pola kejadian yang mengikuti dinamika musim, menuntut kesiapsiagaan yang terus disesuaikan.
Pada fase awal tahun, fenomena hidrometeorologi menjadi penguasa.
Periode Januari hingga April 2025 menjadi babak dengan frekuensi insiden tertinggi, di mana Januari menjadi puncaknya dengan 122 laporan.
Banjir menyumbang hampir separuh dari kejadian di bulan tersebut, didorong oleh intensitas curah hujan yang ekstrem.
Ancaman lain seperti angin kencang juga kerap terjadi pada periode ini.
Memasuki pertengahan hingga akhir tahun, karakter bencana mengalami pergeseran seiring perubahan musim.
Insiden kebakaran, baik di hutan, lahan, maupun permukiman, menunjukkan peningkatan signifikan.
Bulan September, dengan 78 kejadian, bahkan menempati posisi kedua tertinggi dalam setahun, didominasi oleh bencana kebakaran yang mencapai belasan kejadian.
Menyikapi pola ini, Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menekankan korelasi kuat antara kejadian bencana dengan kondisi cuaca dan faktor antropogenik.
"Kami mengamati sebuah transisi yang jelas dari dominasi banjir di musim hujan ke ancaman kebakaran di musim kemarau. Ini adalah pola yang perlu diantisipasi bersama oleh pemerintah dan warga," ucap Wiku melalui pernyataan yang disampaikan oleh Supervisor BPBD, Stevy Maria saat dikonfirmasi TribunJatim.com pada Kamis (1/1/2026).
Baca juga: Terjangan Angin Puting Beliung di Jombang Sebabkan Atap Beterbangan, Belasan Rumah Warga Rusak
Upaya adaptasi pun digenjot.
BPBD Jombang fokus pada penguatan sistem respons melalui koordinasi antarlembaga, peningkatan kapasitas personel, dan yang tak kalah penting, edukasi publik secara berkelanjutan.
"Kesiapsiagaan kolektif adalah fondasi terkuat. Masyarakat diharapkan aktif mengenali risiko di sekitarnya dan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk respons yang lebih cepat," ungkap Wiku.
Komitmen untuk memitigasi dampak dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jombang tetap menjadi prioritas utama badan penanggulangan bencana tersebut, dalam menghadapi tantangan alam yang terus berubah.
"Prioritas utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Jombang guna menghadapi bencana," pungkas Wiku.