TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar mulai melakukan pemutakhiran data warga penerima bantuan sosial dengan melibatkan RT dan RW di seluruh wilayah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan data penerima sembako dan bantuan sosial lainnya benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat di tingkat lingkungan.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menegaskan RT dan RW memegang peran penting dalam proses pendataan karena mereka paling memahami kondisi sosial dan ekonomi warganya.
“Pendataan tidak bisa hanya berdasarkan data lama. RT dan RW yang paling tahu kondisi warganya, siapa yang masih layak menerima bantuan dan siapa yang sudah meningkat ekonominya,” kata Andi Bukti.
Ia menjelaskan, pemutakhiran data ini merupakan bagian dari penguatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam prosesnya, Dinsos akan melakukan verifikasi langsung ke seluruh kelurahan di setiap kecamatan dengan melibatkan perangkat wilayah.
RT dan RW akan berperan dalam memvalidasi data penerima bantuan, termasuk program sembako, agar penyalurannya tidak salah sasaran.
“RT dan RW menjadi ujung tombak. Mereka membantu mencocokkan data di lapangan dengan data yang ada di sistem,” jelasnya.
Menurut Andi Bukti, data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan, terutama dalam penyaluran bantuan sosial.
“Kalau datanya valid, kita tidak ragu menyalurkan bantuan. Semua keputusan berbasis data,” ujarnya.
Dinsos Makassar juga menanggapi keluhan warga yang tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan.
Berdasarkan hasil verifikasi bersama RT dan RW, sebagian warga dikeluarkan dari daftar penerima karena kondisi ekonominya dinilai telah membaik dan tidak lagi masuk kategori desil 1 hingga 5.
“Keluarnya warga dari daftar penerima bukan berarti diabaikan. Justru ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Seluruh hasil pemutakhiran data akan diintegrasikan ke pusat data Pemerintah Kota Makassar yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Data ini akan menjadi rujukan tunggal dalam penetapan penerima bantuan sosial di Makassar.
Selain pembaruan data, Dinsos Makassar juga menargetkan peningkatan kualitas program perlindungan sosial ke depan.
Dengan dukungan data yang valid dari RT dan RW, penyaluran bantuan seperti PKH, BPNT/Sembako, PBI Jaminan Kesehatan, hingga PBPU BP diharapkan semakin tepat sasaran.
“RT dan RW adalah mitra utama kami. Dengan data yang kuat dan akurat, program pengentasan kemiskinan bisa berjalan lebih adil dan berkelanjutan,” pungkas Andi Bukti.