Tak Gentar Dapat 5 Teror, Sherly Annavita Serukan soal Kebebasan Berpendapat: Bukan Musuh Negara
January 01, 2026 10:32 PM

 

 

SURYA.CO.ID - Kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita, menjadi satu dari tiga orang yang baru-baru ini viral karena menerima teror. 

Dua orang lain adalah aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik dan konten kreator, DJ Donny.

Bukan sekali, Sherly mendapat teror bertubi-tubi.

Sherly menduga, teror ini muncul setelah dirinya menyampaikan pandangannya terkait penanganan bencana di Sumatera.

Pengakuan itu disampaikan Sherly melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

SAYA DITEROR!!! YUK BAGIKAN AGAR JADI KESADARAN BERSAMA. Dm instagram dan no pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman,” tulis Sherly.

Sherly berharap, praktik intimidasi semacam ini tidak terus berlanjut karena dinilai merugikan banyak pihak.

Semoga cara-cara seperti ini tidak lagi dilanjutkan. Karena merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa. NB lokasi di Jakarta,” lanjut Sherly.

Baca juga: Nasib Iqbal Damanik dan DJ Donny usai Dapat Teror Bangkai Ayam, Bedanya Kena Kritik Firdaus Oiwobo

TEROR - (kiri ke kanan) Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik.
Influencer DJ Donny saat menyambangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kejadian teror bangkai ayam dan bom molotov, Rabu (31/12/2025).
TEROR - (kiri ke kanan) Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik. Influencer DJ Donny saat menyambangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kejadian teror bangkai ayam dan bom molotov, Rabu (31/12/2025). (kompas.com/Hanifah Salsabila)

Sherly menuturkan, teror tersebut semakin terasa setelah dirinya, yang berasal dari Aceh, memberikan pandangan di sejumlah acara televisi mengenai bencana di Sumatera.

Ia juga menyebut beberapa influencer lain yang menyuarakan hal serupa mengalami perlakuan sejenis.

Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/ Sumatera, ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV terkait Bencana di Sumatera. Beberapa influencer lain yang bersuara sama juga ternyata mengalami perlakuan serupa,” tulis Sherly.

Ia pun mengaitkan situasi ini dengan pengalaman serupa yang dialaminya pada 2019, ketika bersikap kritis terhadap wacana pemindahan Ibu Kota Negara.

Teror ini juga mengingatkan Sherly pada pengalaman yang sama tahun 2019 lalu setelah ikut tampil di ILC mengkritisi ide pemindahan Ibu Kota di masa Presiden Jokowi,” tulis Sherly.

Meski mendapat tekanan, Sherly menegaskan bahwa sikap kritisnya tidak dilandasi kebencian terhadap pemerintah maupun tokoh politik tertentu, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, pilihan politiknya pada Pilpres lalu merupakan bentuk prinsip pribadi terhadap isu pelanggaran kode etik, namun tetap menghormati para pemimpin negara.

“Sherly dan teman influencer lain bukan musuh negara, juga sama sekali bukan musuh Pak Prabowo," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Sherly mengunggah sederet teror yang dialaminya.

1. Perusakan dan Penandaan Kendaraan Pribadi

Sherly mengunggah foto mobil pribadinya yang telah dicorat-coret menggunakan cat semprot berwarna merah. Tanda silang besar terlihat di bagian kap mesin dan bagian bodi samping mobil.

Menurut Sherly, ini adalah bentuk intimidasi nyata yang ditujukan langsung kepadanya.

“Saya Diteror!! Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukan. Kendaraan Sherly diberi tanda oleh pihak-pihak tertentu,” tulis Sherly.

2. Pelemparan Telur Busuk ke Tempat Tinggal

Selain kendaraan, kediaman pribadi Sherly juga menjadi sasaran.

Ia melaporkan adanya pelemparan satu kantung telur busuk yang mengenai area tempat tinggalnya.

Tindakan ini dianggap sebagai upaya untuk mengganggu ketenangan dan memberikan tekanan psikologis.

3. Surat Ancaman dan Pesan Intimidasi

Pelaku juga meninggalkan surat fisik yang berisi pesan bernada ancaman.

Dalam salah satu foto, terlihat surat yang meminta Sherly untuk tidak menggiring opini sesat atau memanfaatkan isu bencana di Aceh demi popularitas.

Surat itu berisi “SHERLY…!! JGN KAU MAANFA ATKAN BENCANA DI ACEH UNTUK MENCARI POPULARITAS MURAHAN DAN UNTUK MENAMBAH CUAN BUAT KAMU PRIBADI JGN KAMU MENGIRING OPINI SESAT”.

4. Serangan di DM

Tak hanya fisik, serangan juga masif terjadi di ranah digital melalui pesan singkat (DM) dari akun-akun anonim.

Isi pesannya yang meminta Sherly berhenti berbicara soal bencana Sumatera.

M*t* aja lu sampah,” tulis salah satu DM tersebut.

Babi droe, han usah jak peu-rusoh Aceh leuh media. Seharusnyan ta bantu, han ta peu-tamah masalah,” tulis salah satu DM lainnya.

Kerudung dusta, cuma bisa nyebar dusta hati hati masuk neraka lo,” tulis DM lainnya.

5. Penyebaran Poster Fitnah

Sherly menyebutkan adanya penyebaran poster-poster bermuatan fitnah terhadap dirinya secara masif.

Ia menduga gerakan ini diorkestrasi oleh pihak tertentu karena pola serangannya yang terjadi secara serempak dan beruntun

Serukan Kebebasan Berpendapat

Di akhir unggahannya, Sherly menyerukan agar segala bentuk teror terhadap warga negara segera dihentikan.

Ia menegaskan, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi.

“HENTIKAN TEROR TEROR SEPERTI INI TERHADAP ANAK-ANAK BANGSA. YUK, SHARE AGAR JADI KEWASPADAAN BERSAMA,” tutur Sherly.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.