Libur Tahun Baru 2026: Taman Ghanjaran Trawas Mojokerto Diserbu 5.000 Wisatawan Lebih
January 01, 2026 10:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Dinginnya kabut di ketinggian Trawas tak mampu membendung gempita perayaan Tahun Baru 2026. Sejak malam pergantian tahun hingga Kamis (1/1/2026), kawasan wisata favorit di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) ini disesaki lautan manusia. 

Taman Ghanjaran di Desa Ketapanrame muncul sebagai pusat gravitasi massa yang mencari perpaduan antara udara sejuk, hiburan keluarga dan surga kuliner.

Meski sempat diguyur hujan, semangat wisatawan justru kian membara. 

Bahkan, pengelola terpaksa memperpanjang jam operasional guna mengakomodasi antusiasme warga yang tak kunjung surut.

Taman Ghanjaran Tembus 5.000 Pengunjung

Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung sudah terasa sejak malam pergantian tahun. 

Khusus untuk menyambut tahun 2026, Taman Ghanjaran beroperasi hingga dini hari, untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin merayakan momentum transisi tahun.

"Taman Ghanjaran dipenuhi pengunjung lebih dari 5.000 orang sampai sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan hingga hari ini kawasan wisata masih sangat ramai," ujar Zainul Arifin, Kamis (1/1/2026).

Zainul menambahkan, mayoritas pelancong adalah rombongan keluarga yang berburu pengalaman unik di Desa Wisata Terbaik Nasional tersebut. 

Keberadaan lebih dari 100 stan kuliner, dan satu-satunya taman bermain anak terlengkap di Trawas menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak.

Antisipasi Kemacetan: Rekayasa Lalu Lintas Tentatif

Membeludaknya kendaraan wisatawan di jalur menanjak Trawas, memicu respons cepat dari otoritas terkait. 

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto bersama kepolisian, telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mencegah lumpuhnya akses jalan.

Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, menegaskan bahwa fokus pengamanan lalu lintas berada di simpul-simpul kemacetan, terutama akses menuju Taman Ghanjaran.

"Kami fokus di kawasan objek pariwisata seperti di Taman Ghanjaran Ketapanrame. Untuk pengalihan arus lalu lintas, akan dilakukan secara tentatif saat kondisi kendaraan sudah sangat padat di kawasan wisata Trawas," tegas Bambang.

Petugas gabungan disiagakan di titik-titik krusial untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan, meskipun volume kendaraan meningkat tajam dibandingkan hari biasa. 

Bagi wisatawan yang hendak menuju Trawas, diimbau untuk datang lebih awal dan tetap waspada terhadap kondisi jalan yang licin pasca hujan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.