Kejari Kabupaten Bogor Selamatkan Uang Negara Rp 93 Miliar hingga Tangkap 4 DPO Selama 2025
January 01, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Sepanjang Tahun 2025, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor merilis serangkaian data kinerja dan pencapaiannya.

Dua di antara kinerjanya itu adalah berhasil menyelamatkan uang negara Rp 93 miliar hingga menangkap 4 Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hal ini disampaikan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor saat menggelar Refleksi Akhir Tahun 2025 dfi Cibinong pada Rabu (31/12/2025).

Dalam data kinerja selama Tahun 2025.dipaparkan menunjukkan performa yang solid di berbagai bidang, ditandai dengan capaian target operasional dan sejumlah penghargaan yang diraih.

Baca juga: Narkotika Siap Edar di Tahun Baru 2026 Senilai Rp1 Miliar Berhasil Digagalkan Polisi Depok 

Selain itu, selama 2025 Kejari Kabupaten Bogor menunjukkan kinerja anggaran yang efektif.

Dengan Pagu Anggaran 2025 sebesar Rp 20.699.669.000, realisasi yang dicapai sebesar Rp 20.339.750.847 atau sekitar 98,26 persen.

"Capaian ini turut berkontribusi pada penghargaan di bidang pelaksanaan anggaran," kata Kajari Kabupaten Bogor Denny Achmad dalam konferensi pers di Cibinong, Rabu (31/12/2025).

Kinerja Per Bidang

Di Bidang Pembinaan, Kejari Kabupaten Bogor mencatat keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan negara. 

Sepanjang 2025, berbagai program pendidikan dan pelatihan digelar, di antaranya Latsar Golongan II dan III, PKL/Magang, serta izin belajar pegawai.

"Kami mengelola pendidikan dan pelatihan untuk 9 peserta LATSAR Golongan III dan 54 peserta diklat lainnya," ucapnya.

Dia menambahkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga melampaui target dengan capaian di atas 90 persen, mencerminkan tata kelola keuangan yang transparan, efektif, dan akuntabel.

"Target PNBP bidang pembinaan sebesar Rp 1.820.500.000 berhasil direalisasikan sebesar Rp 1.721.870.282 atau 94,6 % ," jelas Denny Achmad.

Di Bidang Intelijen, Kejari Kabupaten Bogor aktif menjalankan fungsi Pengamanan Pembangunan Strategis (PAM/GAL), program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Menyapa, serta berbagai kegiatan penerangan hukum kepada masyarakat.

Sementara itu, Bidang Intelijen juga berhasil melaksanakan sejumlah operasi Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penegakan hukum dan menjaga stabilitas daerah.

 "Kami telah mengeksekusi 4 orang dari target 8 orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," tutur Denny Achmad.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor berhasil menyelamatkan uang negara Rp 93 miliar
REFLEKSI AKHIR TAHUN - Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Denny Achmad (tengah) dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2025 di Cibinong, Jawa Barat, Rabu (31/12/2025) 

Baca juga: Daftar Lengkap 166 Pejabat Majalengka yang Dimutasi Bupati Eman Suherman Akhir Tahun 2025

Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) mencatat ribuan penanganan perkara sepanjang 2025, mulai dari tahap penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi.

Optimalisasi program Restorative Justice terus dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis.

 "Kami menerapkan konsep Restorative Justice dalam 6 perkara. Selain itu, kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengendalian lalu lintas sebesar Rp 405.414.000," jelasnya.

Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) fokus pada penanganan perkara korupsi dan tindak pidana khusus lainnya, dengan sejumlah perkara berhasil diselesaikan hingga tahap eksekusi.

Untuk Tindak Pidana Korupsi, tercatat 4 perkara dalam tahap Penyidikan (Dik) dan Penuntutan (Tut). Sedangkan untuk Tindak Pidana Khusus lainnya, tercatat 2 perkara dalam tahap Dik dan Tut.

Melalui Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Kejari Kabupaten Bogor berhasil menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara dengan nilai signifikan melalui lelang eksekusi, penjualan langsung, dan setoran tunai ke kas negara.

Total nilai barang rampasan/barang bukti yang dikelola mencapai Rp 899.974.800. 

Barang bukti meliputi 115 unit kendaraan bermotor/tidak bergerak, uang tunai Rp 22.863.500, 1 unit senjata laras panjang, emas/perhiasan senilai Rp 448.935.000, dan barang mewah lainnya senilai Rp 428.176.300.

Uang pengganti yang diselamatkan mencapai Rp 69.800.000.

Lalu Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) juga mencatat prestasi membanggakan dengan keberhasilan menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara hingga ratusan miliar rupiah, termasuk melalui pendampingan hukum terhadap BUMD dan instansi pemerintah.

"Kami menangani total 2.395 aktivitas, terdiri dari litigasi (2 perkara), non-litigasi (2.362 perkara), dan TUN (1 perkara). Selain itu, kami memberikan 28 kali Pendampingan Hukum dan Pelayanan Hukum," ungkapnya.

Sepanjang 2025, Bidang Datun berhasil menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara senilai total Rp 93.125.162.194,00, termasuk penyelesaian piutang daerah (Bappenda) sebesar Rp 20 Miliar.

Baca juga: Warga Jawa Barat Ternyata yang Paling Banyak Berpergian Piknik di Tahun 2025

Raih 7 Penghargaan

Dengan kinerja seperti ini, Kejari Kabupaten Bogor berhasil meraih tujuh penghargaan di tingkat wilayah hukum Kejati Jawa Barat pada 2025.

Penghargaan tersebut meliputi:

  • Juara I Optimalisasi Percepatan Laporan dan Produk Intelijen Bidang Intelijen
  • Juara I Optimalisasi Percepatan Laporan dan Produk Intelijen (Kepala Seksi Intelijen)
  • Peringkat I Penilaian Laporan Perkara Koneksitas (Bidang Pidana Militer)
  • Juara II Satuan Kerja Terbaik Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
  • Juara III Satuan Kerja Terbaik Wilayah Hukum Kejati Jabar 2025
  • Juara III Prestasi Kinerja Bidang Tindak Pidana Umum
  • Juara III Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (Bidang Pembinaan)

Motivasi Tingkatkan Pelayanan Publik

Denny Achmad menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran Kejari Kabupaten Bogor yang senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan publik yang transparan, profesional, dan berkeadilan,” tambah Denny Achmad.

Dengan capaian tersebut, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan penegakan hukum yang berintegritas serta mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Bogor.

"Tahun 2026, kami akan menguatkan komitmennya dalam penegakan hukum, pelayanan publik, dan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel," tandas Denny Achmad.

Kajari Kabupaten Bogor Denny Achmad menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran Kejari Kabupaten Bogor yang senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan publik yang transparan, profesional, dan berkeadilan,” ujar Denny Achmad.

Dengan capaian tersebut, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan penegakan hukum yang berintegritas serta mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Bogor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.