Tutup Tahun 2025, Gubernur YSK Ajak Masyarakat Sambut 2026 dengan Harapan Baru
January 01, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang pergantian tahun, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan pesan reflektif sekaligus penuh harapan kepada masyarakat Sulawesi Utara. 

Menutup tahun 2025, Gubernur Yulius mengungkapkan rasa syukur setelah menjalani ibadah akhir tahun bersama keluarga.

Menurutnya, perjalanan 365 hari di tahun 2025 telah dilalui dengan berbagai peristiwa, baik suka maupun duka. 

Namun di tengah dinamika tersebut, penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai seluruh proses kehidupan dan pembangunan di Sulawesi Utara.

“Banyak peristiwa yang telah kita lewati bersama sepanjang tahun 2025, namun penyertaan Tuhan tetap nyata dalam setiap langkah kita,” ungkap Yulius Selvanus.

Ia pun menyampaikan ucapan perpisahan kepada tahun 2025 sekaligus apresiasi atas segala pengalaman dan pelajaran yang telah dilalui. 

Memasuki tahun 2026, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa agar Tuhan senantiasa melindungi daerah Nyiur Melambai.

“Mari kita sambut tahun 2026 dengan harapan baru dan penuh sukacita. Semoga Tuhan melindungi kita semua dan Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Gubernur YSK Hadirkan Harapan bagi Panti Wreda Ranomuut

Duka mendalam masih menyelimuti Panti Wreda Ranomuut, Kota Manado, Sulawesi Utara, pascakebakaran hebat yang merenggut nyawa 16 penghuni lanjut usia. 

Sisa puing bangunan menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban, pengelola panti, serta masyarakat sekitar.

Di tengah suasana penuh kesedihan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan kepedulian nyata. 

Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK), Pemprov Sulut menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta.

Uang itu untuk membantu pemulihan Panti Wreda Ranomuut yang terdampak musibah kebakaran.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, mewakili Gubernur YSK, dan diterima langsung oleh Pimpinan Panti Wreda Ranomuut, Ulva Sumual.

Prosesi penyerahan berlangsung penuh haru, mencerminkan empati dan solidaritas pemerintah terhadap para korban.

Wakil Gubernur Victor Mailangkay menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara hadir dan tidak berpangku tangan menghadapi penderitaan warganya.

“Musibah ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga duka seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Pemerintah turut merasakan kehilangan yang sangat besar atas wafatnya 16 penghuni panti dalam peristiwa ini,” ujar Mailangkay.

Ia juga menekankan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah untuk membantu proses pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis, bagi para penyintas dan pengelola panti.

Sementara itu, Ulva Sumual mengaku sangat terharu atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan Gubernur YSK beserta jajaran.

“Di tengah duka dan keterbatasan yang kami alami, perhatian dan bantuan dari Pemprov Sulut menjadi kekuatan besar bagi kami untuk bangkit kembali,” ucap Ulva.

Diketahui Panti Werdha Damai, terbakar pada Minggu (29/12/2025) malam sekitar pukul 20.00 Wita. 

16 orang lansian dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini. Dua orang pria dan 14 wanita.

Amatan Tribun Manado, kondisi terkini Pantai Werdha, Senin (29/12/2025) sore, cukup memprihatinkan. 

Bangunan bercat putih merah muda itu ludes terbakar, tersisa puing. Kaca-kaca jendela tak tersisa. Atap bangunan habis. 

Di sekeliling pagar panti tersebut sudah dipasangi garis polisi.

Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran. (Ren)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.