Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir / Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Tim Universitas Samudra atau Unsam Peduli selama 3 hari pada akhir Desember 2025 melakukan distribusi bantuan tanggap darurat bencana kepada korban banjir bandang di sejumlah desa terisolir di Kabupaten Aceh Timur.
Desa dikunjungi selama 3 hari oleh Tim Peduli ini melitupi Desa Lokop, Ujung Karang, Umah Sunti dan Umah Taring, Kecamatan
Serbajadi dan Desa Batu Sumbang dan Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. Seluruh akses ke desa tersebut sangat sulit dilewati atau terisolasi dari jalur darat, sehingga masih minim bantuan yang diperoleh oleh masyarakat.
Bahkan masyarakat terdampak banjir bandang Desa Ujung Karang, Umah Sunti dan Umah Taring dengan total 800 kepala keluarga (KK) masih mengungsi karena rumahnya hilang dan rusak diterjang banjir.
Baca juga: Sekda Kembali Turunkan Ribuan ASN, Fokus Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang
Tim Unsam Peduli ini diketuai Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si, bersama anggota tim Salman, SE., M.Si., Maulana Rahman, SE., M.Si dan Dr. Iwan Saputra, S.P., M.Si, dan dibantu oleh 4 orang mahasiswa.
Ketua Tim Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si, Kamis (1/1/2026), menyebutkan, untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir dan twnah longsor di wilayahbutu membutuhkan perjuangan yang sangat berat.
Selain harus menggunakan transportasi darat, pada 2 desa di Kecamatan Simpang Jernih harus dilanjutkan dengan jalur transportasi sungai atau perahu motor.
Waktu tempuh dari Kota Langsa sampai ke Kecamatan Serbajadi yang normalnya 3 jam perjalanan, pasca banjir bandang memerlukan waktu 7 jam hingga lebih untuk sampai ke tujuan, karena akses jalan rusak berat dan longsor.
Kemudian jntuk mendistribusikan bantuan tanggap darurat bencana ke Kecamatan Simpang Jernih harus dilakukan dengan menempuh perjalanan darat selama 6 jam.
Akses menuju ke sana harus dilalui Kecamatan Kejuruan Muda, Kecamatan Tamiang Hulu dan Kecamatan Bandar Pusaka, wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Akses jalan darat terputus sampai Desa Bengkelang Kecamatan Bandar Pusaka, dilanjutkan dengan menggunakan perahu motor untuk menuju Desa Batu Sumbang dan Pante Kera dengan waktu tempuh 1 -2 jam perjalanan.
Menurut Iswahyudi, bantuan yang didistribusikan ini, bersumber dana dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Prioritas 1 Tahun 2025.
Didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, sebagai komitmen Kemdiktisaintek untuk mendukung manajemen bencana dan pemulihan masyarakat tahap awal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari layanan Tanggap Darurat Bencana Banjir yang dilakukan oleh Tim Unsam Peduli untuk membantu masyarakat terdampak di 4 desa di Kabupaten Aceh Timur.
"Fokus utama kegiatan ini, tambah Iswahyudi, adalah memastikan kebutuhan sembako dan kebutuhan mendesak lainnya dapat diterima masyarakat terdampak bencana banjir bandang secara cepat dan tepat sasaran," jelasnya.
Anggota Tim Unsam Peduli, Salman, S.E., M.Si, menjelaskam, melihat distribusi bantuan ke wilayah pedalamam dan terisolir masih sangat terbatas pasca bencana banjir, maka Tim Unsam Peduli mengambil inisiatif untuk mengirim donasi ke wilayah iti.
Meskipun menghadapi aral rintangan yang beragam, namun pada akhirnya donasi tersebut dapat sampai ke tujuan dan diterima dengan selamat oleh masyarakat terdampak.
Masyarakat cukupnterharu atau pemberian donasi dan mendengar perjuangan yang telah tim Unsam Peduli lewati hingga sampai ke desa mereka.
"Kami melihat haru warga itu, lelah dan penat yang kami rasakan Tim Unsam Peduli untuk menjangkau daerah ini terasa hilang," ucapnya.
Apalagi, timpalnya, masyarakat terdampak banjir sangat sulit memperoleh bahan makanan pokok dan kebutuhan dasar yang lain.
Untuk tahap awal Tim Unsam Peduli memfokuskan bantuan pada kebutuhan logistik paling mendesak dari warga yang terdampak.
Tim Unsam Peduli terus bergerak cepat untuk mendistribusikan bantuan darurat agar kebutuhan pokok masyarakat dapat segera terpenuhi dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Sementara logistik donasi yang diberikan berupa paket sembako seperti beras, minyak goreng, telur, susu UHT, popok bayi, pembalut wanita dan snack untuk anak-anak.
"Seluruh bantuan tersebut diserah terimakan kepada Keuchik di masing-masing desa," pungkas Dosen ini.
Mewakili masyarakat Keuchik Gampong Umah Sunti, Abdul Malik, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Unsam Peduli yang telah bersusah payah sampai ke gampong mereka untuk mengantar bantuan donasi.
Bantuan yang datang dari Tim Unsam Peduli ini tidak ternilai harganya bagi masyarakat yang terkena dampak banjir bandang.
Mereka juga menyampaikan agar dapat diberikan bantuan tenda, alas tidur, kelambu, alat penerangan, mushaf Alquran dan peralatan shalat untuk keperluan ibadah.
Salah satu warga terdampak, Muhammad Fajri, juga Tokoh Pemuda Gampong Batu Sumbang, mengucapkan ucapan terimakasih kepada Tim Unsam Peduli atas bantuan donasi yang diberikan.
Harapan masyarakat agar pihak pemerintah dapat memberikan bantuan air bersih serta sarana prasarana pendukung lainnya, agar masyarakat terdampak banjir dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum, memasak dan MCK.
Sementara Dr Iswahyudi, SP., M.Si, memaparkan, bahwa pada tahap kedua Tim Unsam Peduli akan memberikan bantuan tandon air, kuali besar dan kompor gas industri untuk digunakan pada dapur umum di Kecamatan Serbajadi.
Dosen Iswahyudi juga mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Risbang Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan melalui hibah PKM, karena berkat dukungan ini bantuan dapat disalurkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Universitas Samudra dengan dukungan Dirjen Risbang Kemdiktisaintek menegaskan kembali komitmennya untuk tetap hadir selama krisis dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah.
Pihaknya berharap bantuan yang diberikan ini bisa membantu memulihkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan mereka selama masa pemulihan paska banjir dan tanah longsor. (*)