Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh serta Aceh Library Consultant menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir di Aceh Utara.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Ar-Raniry Peduli ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga penguatan literasi bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir.
Pendampingan dilakukan melalui aktivitas membaca serta distribusi bahan bacaan di lokasi terdampak.
Selain bahan bacaan, tim kolaborasi juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan spiritual. Bantuan tersebut meliputi Alquran, Iqra, buku tuntunan shalat, serta paket mukena bagi ibu-ibu penyintas banjir.
Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry, Mukhtaruddin mengatakan, literasi memiliki peran strategis dalam proses pemulihan pascabencana, terutama bagi anak-anak.
“Literasi membantu anak-anak tetap belajar, berinteraksi, dan membangun kembali harapan di tengah situasi sulit. Karena itu, kegiatan literasi kami integrasikan dengan penyaluran bantuan,” ujar Mukhtaruddin.
Di sisi lain, Pengurus Daerah IPI Aceh juga menyalurkan bantuan biaya hidup kepada pustakawan yang terdampak banjir di Aceh Utara.
Baca juga: UIN Ar Raniry dan Pustakawan Perkuat Literasi bagi Penyintas di Aceh Utara
Ketua PD IPI Aceh, Nazaruddin, menyebutkan bantuan diberikan sebesar Rp 500.000 per pustakawan yang terdampak parah, berdasarkan pendataan internal IPI Aceh.
“Total dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan sementara ini sekitar Rp 11 juta. Dana tersebut berasal dari sumbangan IPI Aceh, IPI Jawa Barat, IPI Yogyakarta, IPI Jawa Tengah, dan IPI Lampung,” kata Nazaruddin.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi ini dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya melalui bantuan material, tetapi juga melalui penguatan literasi sebagai fondasi pemulihan masyarakat Aceh Utara pascabencana banjir.(*)