Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), Rabu (31/12/2025), menyalurkan bantuan Al-Qur'an untuk sembilan desa paling terdampak di Kabupaten Aceh Utara.
Bantuan itu disalurkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap krisis kemanusiaan pasca banjir bandang.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Unimal, Teuku Zulkarnaen SE MM PhD, bersama jajaran pimpinan, dosen, dan relawan mahasiswa.
Langkah ini merupakan respons atas eskalasi kebutuhan masyarakat sejak banjir melanda pada akhir November 2025, yang tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi serta mengguncang stabilitas psikososial ribuan kepala keluarga di wilayah pesisir dan pedalaman Aceh Utara.
“Bantuan yang kami salurkan berbasis assessment kebutuhan warga, yang fokus pada resiliensi psikospiritual. Karena itu, kami distribusi Al-Qur’an, mukena, kain sarung, dan sajadah untuk menggantikan perangkat ibadah warga yang hilang tersapu air setinggi 6 meter di kawasan Sawang ini,” ujar Dekan FISIP Unimal.
Baca juga: Sekda Kembali Turunkan Ribuan ASN, Fokus Bersihkan Sekolah di Aceh Tamiang
Berdasarkan assessment relawan mahasiswa menjelaskan bahwa memulihkan kekuatan spiritual masyarakat Aceh yang religius cukup krusial.
:Selain itu, kami menyalurkan beras, susu anak, makanan tambahan, obat-obatan, pakaian dalam, serta obat nyamuk guna mencegah wabah penyakit pascabencana seperti DBD dan Malaria,” ujar Teuku Zulkarnaen didampingi Wakil Dekan II Bidang Keuangan Bobby Rahman M.Si.
Pasca darurat banjir, FISIP Unimal telah membersamai warga dengan berbagai cara. "Kehadiran kami adalah manifestasi dari konsep 'impactful university, dimana kampus sebagai wilayah paling berdampak tidak boleh menjadi menara gading; kita harus hadir di tengah lumpur masyarakat,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, FISIP Unimal juga menerjunkan mahasiswa untuk mendata dampak sosial dan bergotong-royong bersihkan lumpur, walau terbatas, karena sejauh ini kami berusaha secara mandiri.
Unimal dalam pusaran banjir November lalu, sudah berupaya sekuat tenaga dan menyapa warga di berbagai lokasi terdampak.
“Sekarang, kami berupaya memberikan rekomendasi akademik, solutif dan berdampak jangka panjang bagi pemerintah agar proses rehabilitasi di Aceh Utara berjalan lebih terukur dan tepat sasaran,” sebut Wakil Dekan Akademik FISIP Unimal Prof Dr Suadi.
Serambinews yang mengikuti kegiatan Civitas Akademika FISIP ini juga mewawancarai warga. Muhammad Jamil warga Paya Rabo Kecamatan Sawang, menilai perlu intervensi pemerintah agar roda ekonomi rakyat di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan kembali pulih"
“Kami bersyukur atas bantuan perangkat ibadah dari Unimal memberi kami kekuatan untuk tetap sabar dan berdoa. Kami merasa tidak sendirian menghadapi ujian ini, kata Saryulis, warga Gampong Blang Peuria, Samudera.
Dekan FISIP Unimal Teuku Zulkarnaen PhD memberikan pandangan upaya pemulihan pascabanjir butuh sinergi antara kebijakan pemerintah yang responsif, dukungan lembaga kemasyarakatan serta kontribusi dunia akademik menjadi kunci utama agar Aceh Utara mampu bangkit menuju tatanan kehidupan yang lebih kuat dan bermartabat.(*)