Penampakan Seorang Warga di Handilnegara  Tanahlaut Kalsel Terobos Banjir dengan Sepeda Motor
January 02, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Banjir yang merendam Desa Handilnegara dan Kalibesar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. 

Bahkan genangan banjir bertambah dalam. Ini menyusul hujan yang kembali mengguyur Tala sejak Selasa malam, Rabu siang hingga menjelang petang kemarin, lalu lanjut pagi hari ini, Kamis (1/1/2026).

Genangan air di permukiman warga di dua desa bertetangga tersebut dilaporkan naik sekitar 15 sentimeter dibanding kondisi sebelumnya. 

Data terhimpun, setidaknya pada dua hari lalu tercatat 80 unit rumah warga di Handilnegara yang kebanjiran dengan ketinggian genangan bervariasi, mulai belasan hingga sekitar 30 sentimeter di atas lantai rumah.

Baca juga: Momen Hangat Open House Keuskupan Banjarmasin, Kakanwil Kemenag Kalsel Sampaikan Doa dan Harapan

Baca juga: Sampah Menumpuk Pascamalam Pergantian Tahun di Banjarmasin, Pelajar dan Mahasiswa Aksi Bersih-Bersih

Jumlah tersebut dimungkinkan bisa bertambah apabila genangan banjir terus bergerak naik. Pasalnya sejumlah rumah lainnya juga telah terselubungi air di halaman hingga di jalan lingkungannya (157 rumah).

Kepala Dusun (Kadus) 1 Desa Handilnegara, Saleha, mengatakan hujan yang kembali turun sejak pagi membuat debit air semakin meningkat.

“Genangan sekarang bertambah dalam, air naik sekitar 15 sentimeter dari kemarin,” ujar Saleha saat dihubungi melalui telepon.

Menurutnya, selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak serius terhadap akses masuk ke desa. Kendaraan dengan bodi rendah kini kesulitan melintas, baik sepeda motor maupun mobil pribadi.

“Iya, untuk saat ini kendaraan atau mobil yang rendah sulit masuk ke desa. Pagi tadi hujan lagi,” ucapnya.

Pada kondisi dua hari lalu, kendaraan roda jenis bebek sebagian mogok saat pengendaranya mencoba menerobos genangan yang meluapi jalan setempat.

Sebelumnya, warga sudah mengeluhkan terganggunya aktivitas sehari-hari akibat banjir yang tak kunjung surut. Alpiani, warga RT 3 Dusun 1, mengaku meski banjir kerap terjadi setiap musim hujan, kondisi kali ini tetap sangat mengganggu.

Sebagai informasi, kondisi serupa juga terjadi di desa tetangga, Kalibesar. Desa tersebut bahkan berada persis di bantaran sungai besar, sehingga banjir menjadi ancaman rutin setiap kali curah hujan tinggi melanda wilayah Kecamatan Kurau.

Kalangan warga berharap adanya penanganan khusus untuk mengatasi atau setidaknya meminimalisasi dampak banjir pada musim penghujan. Harapan itu antara lain pengerukan sungai di wilayah RT 1 Dusun 1 sepanjang sekitar 200 meter yang tembus ke sunga besar di Kalibesar.

Selain itu warga juga berharap perbaikan jalan desa yang kian compang-camping karena terlampau sering kebanjiran. Mereka berharap perbaikan dibarengi dengan peninggian badan jalan agar kelak tak mudah tenggelam saat hujan deras mengguyur.

Jangan Asal Terobos, Begini Cara Aman Melintasi Genangan Banjir

Hujan deras yang mengguyur mulai menyebabkan banjir di beberapa titik.

Dalam kondisi ini, tak sedikit pemilik kendaraan yang terpaksa menghadapi banjir dan mencari jalur alternatif agar bisa sampai ke tempat tujuan.

Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan, menyarankan para pemilik kendaraan untuk tidak menerobos genangan air demi keamanan.

“Opsi pertama dan paling aman adalah tidak melintasi banjir sama sekali,” kata Marcell saat dihubungi Kompas.com.

Namun, bila pemilik kendaraan terpaksa menerobos genangan air, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Pertama, pastikan memiliki referensi dari kendaraan lain yang sudah terlebih dahulu melintasi banjir untuk melihat ketinggian air dan seberapa deras airnya. Apabila kendaraan lain, terutama yang memiliki dimensi sama, bisa lewat, maka kemungkinan kendaraan kita juga bisa lewat,” ucap Marcell.

Selanjutnya, pemilik kendaraan sebaiknya memastikan ketinggian air tidak lebih dari setengah ban mobil.

“Jaga kecepatan kendaraan agar air di depan mobil tidak terlalu tinggi dan masuk ke air intake yang bisa menyebabkan water hammer,” ujar Marcell.

Sopir ojek online tak mau menerobos banjir di Kelapa Gading karena takut motornya mogok.

Water hammer sendiri merupakan masuknya air ke dalam ruang bakar.

Kondisi ini disebabkan oleh air yang masuk ke dalam ruang bakar melalui saluran udara dan mendapat tekanan yang sangat besar di ruang silinder oleh piston.

Jika sudah terjadi water hammer, maka solusinya adalah harus turun mesin.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.