Haji Uma Tinjau Jembatan Bailey Pastikan Akses Bireuen- Aceh Tengah Tetap Lancar
January 02, 2026 12:54 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H Sudirman S Sos atau Haji Uma meninjau langsung kondisi Jembatan Bailey di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (31/12/2025).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan darurat sekaligus mengklarifikasi informasi yang berkembang ditengah masyarakat.

Yaitu terkait dugaan hilangnya sejumlah baut pada jembatan penghubung Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah itu.

Haji Uma mengatakan pengecekan langsung di lapangan penting dilakukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. 

Menurutnya, klarifikasi berbasis fakta diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang objektif.

“Hari ini saya datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan secara real.

Agar informasi yang berkembang di ruang publik dapat diluruskan dan tidak menjadi konsumsi liar,” kata Haji Uma di lokasi.

Jembatan Bailey Belum Sepenuhnya Rampung

Berdasarkan hasil peninjauan, ia menilai Jembatan Bailey tersebut masih bersifat darurat dan belum sepenuhnya rampung.

Ia juga menemukan adanya perbedaan pada salah satu bagian konstruksi jembatan yang belakangan menjadi perhatian publik.

Haji Uma mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak langsung disimpulkan secara sepihak.

Ia menekankan pentingnya menyikapi persoalan tersebut secara tenang dan proporsional, dengan mengutamakan keselamatan pengguna jembatan.

Menurutnya jika ditinjau dari sisi nilai ekonomi, baut yang diduga hilang tersebut relatif kecil. 

Karena itu, ia meminta semua pihak tidak saling menuding dan lebih fokus pada aspek keamanan serta kepentingan masyarakat.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan jembatan ini aman digunakan oleh masyarakat. Jangan saling menuduh tanpa dasar yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Haji Uma menyoroti pentingnya pengamanan di sekitar jembatan, mengingat Jembatan Bailey merupakan jembatan darurat dengan arus lalu lintas yang cukup padat. 

Pengaturan lalu lintas dan pengawasan dinilai perlu dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, anggota Babinsa Koramil 05 Juli, Serma Hasanuddin, mengatakan pihaknya sebelumnya menerima laporan dari warga terkait dugaan hilangnya sejumlah baut di jembatan tersebut.

Informasi itu kemudian dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan tindak lanjut.

“Informasi awal kami terima dari warga, kemudian langsung dilaporkan ke pimpinan dan didokumentasikan sebagai laporan,” kata Hasanuddin.

Meski demikian, Hasanuddin menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait motif kejadian dan tetap mengedepankan aspek keamanan jembatan.

Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Publik

Dalam kesempatan itu, Haji Uma mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah gampong, dan masyarakat setempat demi terciptanya kondisi yang aman dan nyaman.

Dengan dibangunnya Jembatan Bailey oleh TNI Angkatan Darat, akses transportasi dari Kabupaten Bireuen menuju Wilayah Tengah kembali dapat dilalui. 

Keberadaan jembatan darurat tersebut dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di kedua wilayah. (*)

Baca juga: Haji Uma Apresiasi BPJN Aceh, Akses Aceh Tengah - Bener Meriah Kembali Terbuka Usai Terisolasi

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.