TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran sejauh 1500 meter dengan amplitudo maks 19,33 mm durasi 136 detik mengarah ke Barat Daya (Hulu Kali Krasak).
Luncuran awan panas guguran terjadi tepat pukul 07.39 WIB.
Sementara itu sepanjang masa pengamatan pada tengah malam hingga pagi tadi, Jumat (2/01/2026), pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 28 gempa guguran dengan Amplitudo : 2-13 mm berdurasi urasi : 52.45-138.24 detik).
Serta gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 17 kali dengan Amplitudo : 2-26 mm, S-P : 0 detik, dengan durasi : 10.67-30.23 detik.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta juga memaparkan potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Baca juga: Menteri Perhubungan Kunjungi Stasiun Yogyakarta, Pastikan Pelayanan KAI Berjalan Optimal
Kemudian, sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, sekaligus mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan. (*)