PMA Sulteng Peringkat Kedua Nasional, Hilirisasi Nomor Satu di Indonesia
January 02, 2026 10:29 AM

TRIBUNPALU.COM, PALU – Provinsi Sulawesi Tengah terus menunjukkan kinerja investasi yang mengesankan.

Meskipun Penanaman Modal Asing (PMA) di Sulteng menempati peringkat kedua nasional di bawah Jawa Barat, Sulteng berhasil menjadi nomor satu nasional untuk investasi hilirisasi pada 2025.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng, Moh Rifani Pakamundi, mengatakan hal ini menunjukkan kemampuan provinsi dalam mengembangkan investasi bernilai tambah, terutama di sektor pengolahan dan hilirisasi sumber daya mineral.

Baca juga: Morowali Jadi Penyumbang Investasi Terbesar di Sulteng, Capai Rp83,17 Triliun

“Sulawesi Tengah memang berada di posisi kedua untuk PMA, tetapi untuk investasi hilirisasi, kami berada di peringkat pertama nasional. Ini menjadi bukti bahwa Sulteng tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat pengolahan dan inovasi industri,” kata Rifani.

Menurut Rifani, dominasi Sulteng dalam hilirisasi didorong oleh proyek-proyek strategis di kawasan Indonesia PT Morowali Industrial Park (IMIP), termasuk pengembangan industri logam dasar, baterai kendaraan listrik, dan hilirisasi hijau.

“Investasi hilirisasi tidak hanya menambah nilai komoditas, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.

Data DPMPTSP menunjukkan, sepanjang Januari hingga September 2025, total realisasi investasi di Sulteng mencapai Rp97,61 triliun, dengan PMA mendominasi sebesar Rp91,32 triliun.

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp6,28 triliun.

Baca juga: Sulteng Konsisten Lima Besar Nasional, Investasi Capai Rp97,61 Triliun

Ke depan, pemerintah daerah menegaskan akan terus mendorong transformasi investasi menuju hilirisasi 2.0, termasuk pengembangan klaster baterai kendaraan listrik dan hilirisasi hijau, untuk memastikan Sulawesi Tengah tetap menjadi pemimpin nasional dalam sektor ini.

“Fokus kami bukan hanya jumlah investasi, tetapi kualitasnya. Hilirisasi adalah kunci agar sumber daya kita memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat dan perekonomian Sulteng,” pungkas Rifani.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.