Morowali Jadi Penyumbang Investasi Terbesar di Sulteng, Capai Rp83,17 Triliun
January 02, 2026 10:29 AM

TRIBUNPALU.COM, PALU – Kabupaten Morowali masih menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang Januari hingga September 2025.

Nilai investasi yang masuk ke daerah tersebut tercatat mencapai sekitar Rp83,17 triliun.

Capaian ini menempatkan Morowali sebagai motor utama pertumbuhan investasi di Sulawesi Tengah, seiring berkembangnya kawasan industri pengolahan dan hilirisasi mineral, khususnya industri logam dasar.

Baca juga: Tiga Daerah Penyumbang Investasi Terbesar di Sulteng: Morowali, Morut dan Banggai

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Rifani Pakamundi, mengatakan dominasi Morowali dalam realisasi investasi tidak terlepas dari peran kawasan industri berskala besar yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Morowali selalu menjadi penyumbang terbesar investasi di Sulawesi Tengah. Industri logam dasar masih menjadi penopang utama,” ujar Rifani.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan realisasi investasi Sulawesi Tengah hingga triwulan III 2025 mencapai Rp97,61 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar investasi terkonsentrasi di Kabupaten Morowali.

Baca juga: Dewi Perssik Targetkan Menikah dan Punya Anak di Tahun 2026

Posisi daerah dengan kontribusi investasi terbesar berikutnya ditempati Kabupaten Morowali Utara dengan nilai sekitar Rp19,13 triliun, disusul Kabupaten Banggai sebesar Rp2,19 triliun.

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp91,32 triliun atau sekitar 93,6 persen.

Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp6,28 triliun atau 6,4 persen.

Masuknya investasi ke Kabupaten Morowali dan wilayah lain di Sulawesi Tengah juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. 

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 22.329 tenaga kerja Indonesia terserap, dengan sektor industri logam dasar sebagai penyerap tenaga kerja terbesar.

Meski Morowali menjadi pusat investasi, Rifani menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pemerataan investasi ke daerah lain.

Baca juga: Buntut Tewasnya 2 Penambang PETI di Parigi Moutong, Politisi PKB Tagih Janji Kapolda–Kajati Sulteng

Diversifikasi investasi diarahkan ke sektor agribisnis, peternakan, serta hilirisasi komoditas non-tambang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kami ingin investasi tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi juga berkembang di daerah lain sesuai potensi masing-masing,” tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.