TRIBUNPALU.COM, PALU – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp97,61 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah secara konsisten berada di jajaran lima besar nasional dalam hal kinerja investasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Rifani Pakamundi, mengatakan realisasi tersebut merupakan capaian hingga triwulan III tahun 2025.
Baca juga: Buntut Tewasnya 2 Penambang PETI di Parigi Moutong, Politisi PKB Tagih Janji Kapolda–Kajati Sulteng
“Dalam tiga tahun terakhir, sektor industri logam dasar selalu menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Sulawesi Tengah. Disusul oleh industri kimia dan farmasi,” ujar Rifani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir realisasi investasi Sulawesi Tengah selalu melampaui target nasional.
Bahkan pada 2024 lalu, realisasi investasi menembus Rp131 triliun dan menempatkan Sulawesi Tengah di peringkat keempat nasional.
Baca juga: Jadwal, Niat dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Januari 2026
Untuk tahun 2025, pemerintah pusat menetapkan target investasi yang cukup ambisius bagi Sulawesi Tengah, yakni sebesar Rp160 triliun.
Realisasi akhir tahun masih menunggu laporan resmi dari para pelaku usaha yang akan ditutup pada pertengahan Januari 2026.
“Kenaikan target ini memang cukup tinggi, tetapi kami optimistis bisa mendekati bahkan mencapai target tersebut,” kata Rifani.
Dari total realisasi Rp97,61 triliun hingga September 2025, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp91,32 triliun atau sekitar 93,6 persen.
Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) baru mencapai Rp6,28 triliun atau sekitar 6,4 persen.
“PMDN memang masih relatif kecil. Ini menjadi pekerjaan rumah kami agar ke depan investasi dalam negeri bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Baca juga: Kode Redeem FC Mobile EA Sports Terbaru Jumat 2 Januari 2026, Klaim Reward Spesial
Masuknya investasi ke Sulawesi Tengah juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.
Tercatat sebanyak 22.329 tenaga kerja Indonesia terserap sepanjang 2025, dengan sektor industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar sekitar 9.196 orang.
Secara kewilayahan, Kabupaten Morowali masih menjadi daerah dengan kontribusi investasi terbesar di Sulawesi Tengah dengan nilai sekitar Rp83,17 triliun.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Morowali Utara sebesar Rp19,13 triliun, disusul Kabupaten Banggai dengan Rp2,19 triliun.
Baca juga: Gubernur Sulteng Anwar Hafid Resmikan Command Center Berani Samporoa
Meski untuk Penanaman Modal Asing Sulawesi Tengah berada di peringkat kedua nasional di bawah Jawa Barat, Rifani menegaskan Sulawesi Tengah menempati peringkat pertama nasional untuk investasi hilirisasi pada 2025.
Namun demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan global yang memengaruhi laju investasi, di antaranya penurunan harga dan permintaan nikel serta peralihan teknologi baterai kendaraan listrik dari berbasis nikel ke lithium ferrophosphate (LFP).
“Ke depan, Sulawesi Tengah tidak bisa terus bergantung pada komoditas nikel mentah. Kami mendorong transformasi investasi menuju hilirisasi 2.0, termasuk hilirisasi hijau dan pengembangan klaster baterai kendaraan listrik,” tandas Rifani.