Ketika Presiden Prabowo Subianto Nyanyi Tanah Airku Bareng Korban Banjir Tapanuli Selatan
January 02, 2026 11:05 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM- Presiden Prabowo Subianto melewati malam tahun baru bersama masyarakat Tapanuli Selatan, 31 Desember 2025 lalu.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memilih untuk melewati detik-detik pergantian tahun di tengah masyarakat Tapanuli Selatan yang tengah bangkit pasca bencana alam, Sumatera Utara.

Di sela-sela kunjungan itu, masyarakat pun menyanyikan lagu Tanah Airku. 

Presiden Prabowo pun langsung ikut bernyanyi. 

"Meskipun aku berjalan ke negeri jauh, tidak akan hilang dari kalbu"

Itu potongan lagu Tanah Airku yang diunggah akun Partai Gerindra. 

Baca juga: Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Buka Posko Pengaduan Program Strategis Presiden Prabowo

Sehabis itu, Prabowo pun langsung memeluk anak-anak yang datang kepadanya. 

Prabowo berada di tengah-tengah masyarakat terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025) malam.

Di hadapan warga pengungsian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan rakyat yang tertimpa musibah.

Ia menekankan kehadirannya merupakan bentuk empati dan tanggung jawab negara.

“Presidenmu tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita bersama,” ujar Prabowo.

Prabowo menyatakan keputusan merayakan pergantian tahun di lokasi pengungsian diambil secara sadar agar negara hadir langsung di tengah rakyat yang sedang mengalami kesulitan.

“Saya memutuskan pada pergantian tahun ini harus bersama rakyat kita yang sedang menghadapi musibah,” katanya.

Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan kaya sumber daya alam memiliki kerentanan terhadap bencana. Karena itu, ia menekankan pentingnya sikap waspada serta menghormati dan menjaga alam.

“Negara kita besar dan indah, tetapi kita harus waspada terhadap alam. Alam harus kita jaga dan rawat,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi bencana dan tantangan.

“Kita harus tetap kuat, tegar, dan bergotong royong bersama-sama menghadapi kesulitan,” kata Prabowo.

Terkait penanganan pascabencana, Presiden menyampaikan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan percepatan pemulihan. Ia menyebut saat ini tidak ada lagi desa di Tapanuli Selatan yang terisolasi akibat bencana.

“Dilaporkan kepada saya, sudah tidak ada lagi desa yang terputus di Tapsel,” ungkapnya.

Rekapitulasi Dampak Bencana

Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun 2025
(Pembaruan data per 2 Januari 2026)

Dampak Korban

  • Meninggal dunia: 1.157 jiwa
  • Hilang: 165 jiwa
  • Total pengungsi: 381,1 ribu jiwa
  • Kabupaten/Kota terdampak: 52 daerah

Kerusakan Rumah

  • Total rumah rusak: 166.925 unit
  • Rusak berat: 53.555 unit
  • Rusak sedang: 41.925 unit
  • Rusak ringan: 71.445 unit

10 Kabupaten/Kota dengan Korban Meninggal Dunia Tertinggi

  • Aceh Utara: 216 jiwa
  • Tapanuli Tengah: 192 jiwa
  • Tapanuli: 127 jiwa
  • Tapanuli Selatan: 101 jiwa
  • Kota Sibolga: 57 jiwa
  • Tapanuli Utara: 55 jiwa
  • Tapanuli Selatan (wilayah lain): 40 jiwa
  • Tapanuli Utara (wilayah lain): 36 jiwa
  • Kabupaten lainnya: 35 jiwa

10 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Pengungsi Tertinggi

  • Aceh Utara: 166,9 ribu jiwa
  • Aceh Timur: 115 ribu jiwa
  • Gayo Lues: 17,8 ribu jiwa
  • Pidie Jaya: 17,6 ribu jiwa
  • Aceh Tengah: 14,8 ribu jiwa
  • Pidie: 11,8 ribu jiwa
  • Agam: 7 ribu jiwa
  • Kabupaten lainnya: 4,7 ribu jiwa
  • Kabupaten lainnya: 4,3 ribu jiwa
  • Kabupaten lainnya: 4,2 ribu jiwa

Kerusakan Fasilitas Umum

  • Fasilitas kesehatan (Puskesmas): 215 unit rusak
  • Fasilitas pendidikan: 3.188 unit rusak
  • Rumah ibadah: 803 unit rusak
  • Jembatan: 34 unit rusak
  • Jalan: 81 ruas terdampak
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.