Renungan Harian Katolik Sabtu 3 Januari 2026, Sebuah Panggilan
January 02, 2026 12:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 3 Januari 2026.

Tema renungan harian Katolik Sebuah Panggilan.

Renungan harian Katolik untuk hari Sabtu Imam, Pesta Nama Yesus Yang Tersuci, Santo Anterus Paus dan Martir, Santo Fulgensius Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Sabtu 3 Januari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 4 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama 1 Yohanes 2:29-3:6

"Setiap orang yang tetap berada dalam Yesus tidak berbuat dosa lagi."

Anak-anakku terkasih, jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak.

Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia suci adanya.

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Kristus telah menyatakan diri-Nya untuk menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

Karena itu setiap orang yang tetap berada dalam Dia, tidak berdosa lagi, setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan mengenal Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 98:1,3cd-4,5-6

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan.

Bait Pengantar Injil Yohanes 1:14:12b

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.

Bacaan Injil Yohanes 1:29-34

"Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia."

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, Ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

Aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya,

Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberikan kesaksian: Dia inilah Anak Allah."

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29)

Pendahuluan: Sebuah Panggilan untuk Melihat Lebih Dalam

Dalam hiruk pikuk hidup, sering kali mata kita memandang banyak hal, tetapi tidak melihat dengan sungguh. Dalam renungan Katolik harian hari ini, Yohanes Pembaptis meneguhkan sebuah undangan yang sangat sederhana tetapi sangat mendasar: “Lihatlah.”

Bukan sekadar memandang, bukan sekadar tahu, tetapi melihat—dengan hati yang sadar, mata yang jernih, dan iman yang terbuka.

Dan apa yang harus kita lihat?

Yesus sebagai Anak Domba Allah.

Ungkapan ini mungkin terasa akrab, bahkan dituturkan dalam Misa setiap hari:

“Lihatlah Anak Domba Allah…”

Namun betapa mudahnya kita mengucapkannya tanpa merenungkan maknanya yang dalam.

1. Yohanes Melihat Yesus, dan Dunia Berubah

Injil Yohanes 1:29–34 menggambarkan sebuah momen sederhana namun monumental:

Yohanes melihat Yesus datang kepadanya.

Yohanes tidak berkata,

“Lihatlah Guru hebat itu.”

atau

“Lihatlah revolusioner itu.”

Tetapi:

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.”
Di sinilah inti dari refleksi iman Katolik hari ini: Yohanes mampu melihat Yesus bukan sekadar sebagai manusia, tetapi sebagai Sang Penyelamat. Mata rohaninya mengenali identitas Yesus yang tersembunyi bagi banyak orang pada waktu itu.

Dalam hidup kita, banyak kejadian kelihatannya biasa-biasa saja:

percakapan kecil
keheningan malam
tugas rumah
momen gagal
rasa lelah
Tetapi sering justru di situ Tuhan melewati kita.

Pertanyaannya: apakah kita melihat-Nya?

2. “Anak Domba Allah” – Lambang Kasih yang Mengorbankan Diri

Bagi orang Yahudi, “Anak Domba” adalah simbol pengorbanan, kasih, dan penebusan.

Dalam renungan rohani Katolik, gelar ini bukan sekadar predikat, tetapi gambaran hati Allah sendiri.

Anak Domba Allah berarti:

Yesus datang untuk menghapus dosa, bukan menghukum.
Yesus memilih jalan kelembutan, bukan kekerasan.
Yesus menyelamatkan melalui pemberian diri, bukan dominasi.
Dunia hari ini begitu sering memuja kekuatan, kemenangan, dan popularitas.

Tetapi Yesus mengajar kita jalan yang jauh berbeda:

jalan pelayanan, pengampunan, dan pengorbanan.

Kasih sejati tidak menuntut perhatian; kasih sejati memberi hingga tuntas.

3. Yohanes Mengaku: “Aku tidak mengenal Dia”

Dua kali Yohanes berkata:

“Aku pun tidak mengenal Dia.”
Ini menarik. Yohanes dan Yesus adalah keluarga jauh, tetapi Yohanes mengakui bahwa ia tidak mengenal Yesus sampai Roh Kudus menyatakannya.

Ini menggugah kita dalam renungan Katolik harian:

kita bisa lama mengenal Yesus secara intelektual, tetapi tetap tidak sungguh mengenal-Nya secara rohani.

Kita bisa:

rutin ikut Misa
hafal doa
aktif di lingkungan
tetapi tidak selalu berarti kita mengenal Dia.

Butuh Roh Kudus untuk membuka mata hati—seperti yang terjadi pada Yohanes.

4. “Roh turun dari langit seperti merpati” — Awal dari Pewahyuan Baru

Yohanes melihat Roh turun atas Yesus.

Ini bukan hanya kejadian spektakuler, tetapi pewahyuan penting:

Yesus bukan hanya guru moral.

Yesus adalah Dia yang diutus Bapa untuk menyelamatkan dunia.

Setiap kali Roh Kudus hadir, mata kita dibersihkan dari:

kebiasaan yang membuat iman kita stagnan
dosa yang mengaburkan hati
luka yang membatasi cara kita melihat Tuhan
Roh Kudus adalah Sang Pembuka Mata.

5. Mengapa Dunia Membutuhkan Anak Domba?

Karena dunia tidak kekurangan kekerasan, persaingan, ambisi, atau kepentingan pribadi.

Yang kurang adalah:

kasih yang mau berkorban
pengampunan yang tidak berhitung
damai yang lahir dari kerendahan hati
cinta yang menyembuhkan
Yesus datang justru sebagai Anak Domba, bukan Singa atau Pejuang dengan kekerasan.

Dalam refleksi iman Katolik, ini adalah undangan bagi kita untuk meniru kelemah-lembutan Yesus.

6. Lihatlah… dan Izinkan Hati Dibaruhi

Jika Yohanes mengarahkan perhatian orang kepada Yesus, maka tugas kita hari ini sama:

menata ulang fokus hidup kita.

Tahun baru sering memenuhi pikiran dengan:

target
kecemasan
rencana
pekerjaan
resolusi besar
Namun Injil hari ini mengajak kita memulai dengan satu hal yang lebih penting:

Lihatlah Yesus.

Lihat Dia dulu.

Biarkan Dia membentuk arah hidupmu.

Ketika fokus kita benar, hidup kita ikut lurus.

7. Aplikasi Praktis Untuk Hari Ini

Untuk hidup sebagai murid yang melihat Yesus sebagai Anak Domba Allah, kita dapat:

1. Berhenti sejenak dan ucapkan: “Tuhan, aku melihat Engkau.”

Biarkan hatimu menjadi tenang.

2. Pilih satu tindakan kecil pengampunan.

Yesus tidak hanya menghapus dosa dunia—Dia mengajarkan kita untuk menghapus luka dan dendam.

3. Baca ulang Yohanes 1:29–34 malam ini.

Biarkan Roh Kudus membuka bagian-bagian yang belum kamu mengerti.

4. Jalani hari ini dengan kelembutan.

Sekali saja, ambil jalan damai daripada menang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, buka mataku agar aku mampu melihat Engkau dalam setiap peristiwa hidupku. Bersihkan hatiku, lembutkan sikapku, dan bangunkan dalam diriku kerinduan untuk mencintai seperti Engkau mencintai. Turunkanlah Roh-Mu agar aku mengenal-Mu lebih dalam dan menjadi saksi kasih-Mu di dunia. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.