Pakar Ingatkan Pemprov Sulsel, Jalan Poros Malino dari Arah Hertasning Prioritas Perbaikan
January 02, 2026 11:05 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ruas jalan paket 1 mulai dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akhir Desember 2025.

Paket 1 memuat ruas Jl Hertasning – Aroepala, terus membentang hingga ke Malino, Gowa, perbatasan Sinjai - Bulukumba.

Pantauan Tribun-Timur.com, Jumat (2/1/2026), sebagian ruas di Jl Hertasning sudah diaspal ulang.

Satu lajur kendaraan menuju arah Aroepala, tepatnya depan Bapas Kelas 1 Makassar hingga minimarket, sudah diaspal.

Beberapa titik lubang juga ditambal menggunakan aspal.

Terlihat kendaraan berat terparkir di pinggir jalan, menandakan adanya proyek pengerjaan.

Pakar transportasi Prof Lambang Basri mengingatkan Pemprov Sulsel agar serius memperbaiki ruas jalan poros Malino, Kabupaten Gowa.

Ruas jalan ini merupakan arus utama menuju pusat wisata yang ramai diminati masyarakat.

Selain itu, jalur ini juga dilalui kendaraan berat.

Aktivitas tambang galian C di Malino banyak memanfaatkan ruas jalan poros untuk distribusi ke Makassar.

“Jarak ruas jalan ini sejatinya bisa ditempuh 1-1,5 jam. Tetapi kondisi terkini membuat waktu tempuh kisaran 2-3 jam.

Artinya, ruas jalan tersebut menuntut penanganan serius,” kata Prof Lambang Basri kepada Tribun-Timur.com, Jumat (2/1/2026).

Ruas jalan poros Malino dari arah Hertasning Makassar memang tiap tahun dikeluhkan pengendara.

Di antaranya ruas jalan di Dusun Bilayya, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang.

Permukaan jalan berlubang besar dan dalam dengan diameter cukup lebar, sehingga selalu tergenang air, apalagi di musim hujan.

“Idealnya pemerintah provinsi bisa memelihara kondisi jalan dari Makassar ke Malino sebagai kawasan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat,” tambah Prof Lambang Basri.

Ragam destinasi di Malino selalu jadi pilihan wisatawan berlibur.

Tak hanya saat libur panjang, bahkan akhir pekan Malino sering diserbu pelancong.

Kehadiran wisatawan dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Karena itu, kemudahan akses menuju Malino perlu jadi perhatian serius.

Paket 1 juga mencakup sejumlah ruas utama di Gowa.

Di antaranya Jl Tun Abdul Razak, Jl HM Yasin Limpo, Burung-Burung-Bili-Bili, Sungguminasa - Malino.

Proyek berlanjut hingga ke Sinjai dan Bulukumba, meliputi ruas Batas Sinjai - Palampang, ruas Tanete -Tanaberu, dan ruas Kalimporo - Sumalaya -Batas Sinjai.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, menyiapkan skema aturan lalu lintas saat pengerjaan.

Pasalnya, jalan dalam paket 1 merupakan ruas utama dengan lintas harian rata-rata (LHR) tinggi.

“Kalau pengerjaan jalan pasti pakai rekayasa lalu lintas, melihat kepadatannya. Kalau lagi padat, nanti dilihat momen-momen di mana lalu lintas rendah baru optimal kerja,” kata Andi Ihsan.

Paket 1 bernilai kontrak Rp430,7 miliar dengan penanganan sepanjang 300,24 km.

Kontraktor preservasi jalan adalah PT Permata Tristar Kharisma KSO. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.