Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota Palu terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Palu, Ahmad Rijal Arma, mengatakan bahwa sejumlah indikator pembangunan utama menjadi fokus pembahasan.
Hal tersebut ia sampaikan usai diskusi bersama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di ruang kerja Wali Kota Palu, Jl Balai Kota Selatan, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: Sekda Morowali Dorong Kebersamaan dan Kolaborasi Lewat Jalan Santai HAB ke-80
“Diskusi dengan Pak Wali Kota terkait dengan kemiskinan. Secara capaian, angka kemiskinan kita terus menurun, begitu juga tingkat pengangguran terbuka, kemudian stunting dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus kita kebut,” ujar Ahmad Rijal Arma kepada sejumlah awak media usai diskusi.
Ia menjelaskan, seluruh program kerja pemerintah daerah diarahkan agar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga miskin.
“Ujung dari seluruh program kerja kita adalah bagaimana masyarakat yang tadinya miskin bisa kita sejahterakan. Yang tadinya berada di desil 3 dan 4, kita dorong agar bisa keluar dari desil tersebut,” jelasnya.
Menurut Rijal, Wali Kota Palu juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan agar program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran sesuai DTSEN.
Baca juga: Afrin Mulalat Juarai DSLNG Chess Master 2025
Lebih lanjut, Rijal memaparkan bahwa program pengentasan kemiskinan yang dijalankan meliputi berbagai bentuk bantuan sosial dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Program seperti PKH, bantuan yang sifatnya membantu langsung, hingga bantuan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan, dan potensi masyarakat Kota Palu terus kita dorong,” katanya.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Jumat 2 Januari 2026, Emas Antam Naik, Ukuran 1 Gram Rp 2,504,000
Selain itu, akses dasar masyarakat juga menjadi perhatian serius, termasuk sanitasi, aksesibilitas, konsumsi air bersih, dan pemenuhan kebutuhan hidup layak.(*)