Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Debit air Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan setelah diguyur hujan deras pada Kamis (1/1/2026).
Kenaikan debit air tersebut terpantau di sejumlah titik pantauan sungai.
Pantauan TribunSolo.com di Jembatan Bacem, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menunjukkan permukaan air Sungai Bengawan Solo sempat mengalami kenaikan sekitar pukul 09.00 WIB.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo.
Ia mengatakan, berdasarkan pantauan di Pos Pantau Jurug, status ketinggian air saat ini berada pada level siaga kuning.
“Memang saat ini di Pos Pantau Jurug sudah naik sampai warna kuning, artinya siaga kuning. Memang ada genangan, tetapi saat ini sudah mulai surut,” ujar Ariyanto kepada TribunSolo.com, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini BPBD Sukoharjo belum menerima laporan adanya warga yang harus mengungsi akibat kenaikan debit air tersebut.
“Tadi saya sudah berkeliling, kondisinya sudah bisa dilalui semua. Kenaikan tadi memang ada, tetapi sekarang sudah mulai turun,” katanya.
Meski demikian, BPBD Sukoharjo tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai.
Baca juga: Kesaksian Relawan Banjir Sumatra Asal Sragen : Jalan Kaki Belasan Kilometer Saat Evakuasi Korban
Imbauan tersebut disampaikan melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Kami mengimbau warga untuk terus memantau TMA (Tinggi Muka Air). Apabila terjadi kenaikan atau perkembangan kondisi, segera dilaporkan,” pungkasnya.
BPBD Sukoharjo terus memantau perkembangan debit air Bengawan Solo dan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. (*)