Sosok DM, Oknum Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi Unima hingga Tewas, Kejadian 10 Tahun Lalu Diungkap
January 02, 2026 02:27 PM

SRIPOKU.COM - Sosok oknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima) yang diduga habisi nyawa Evia Maria Mangolo, mahasiswi PGSD Unima diungkap.

Oknum dosen tersebut diketahui berinisial DM.

DM diketahui merupakan dosen tetap di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima.

Kini Pimpinan Unima angkat bicara terkait dugaan kasus pelecehan yang menyeret oknum dosen FIP tersebut.

Kasus ini mencuat setelah Evia Maria Mangolo, mahasiswi PGSD Unima, ditemukan meninggal dengan tidak wajar di sebuah indekost di Matani Satu, Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (30/12/2025).

Perhatian publik menguat setelah beredar surat pernyataan yang ditulis dan ditandatangani korban terkait dugaan pelecehan oleh oknum dosen.

Surat tersebut ditujukan kepada Dekan FIPP Unima dan bertanggal 16 Desember 2025.

Evia Maria Mangolo diketahui masih berstatus mahasiswi aktif secara akademik di Unima.

Ia bahkan telah terdaftar sebagai peserta ujian proposal skripsi yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Januari 2026 mendatang.

MAHASISWI UNIMA MENINGGAL- Kolase foto ayah Evia Maria menangis di depan peti jenazah anaknya di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minut, Rabu (31/12/2025).
MAHASISWI UNIMA MENINGGAL- Kolase foto ayah Evia Maria menangis di depan peti jenazah anaknya di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minut, Rabu (31/12/2025). (Tribunmanado.com)

Baca juga: Unggahan Terakhir Evia Maria, Mahasiswi Unima yang Ditemukan Tewas di Kos Kado Natal untuk Mama

Kepala Humas Unima, Titof Tulaka, memberikan penjelasan saat diwawancara di Gedung Pusat Unima, Jalan Kampus Unima, Kelurahan Tonsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulut, Rabu (31/12/2025).

Ia mengungkapkan dugaan kasus serupa diduga telah terjadi sejak sekitar 10 tahun lalu di lingkungan FIPP.

Menurutnya, pihak yang melapor saat ini sebagian besar merupakan para alumni.

“Kami sementara mengusut berapa jumlah korban sejak 10 tahun terakhir,” ujar Titof.

Ia menyebut beredarnya video yang viral menguatkan dugaan kejadian tersebut terjadi berulang dari tahun ke tahun.

Namun, kasus ini baru terungkap ke publik saat ini.

Titof menyampaikan bahwa terduga pelaku yang dilaporkan merupakan orang yang sama.

Oknum berinisial DM diketahui merupakan dosen tetap di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unima.

Pihak kampus saat ini fokus meluruskan dan mengusut persoalan tersebut secara menyeluruh.

Titof menambahkan, sejak dilantik Februari 2025, Rektor Unima Dr Joseph Philip Kambey membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi.

"Keberadaan satgas membuat mahasiswa berani melapor karena mendapat dukungan, termasuk dari BEM, " Jelasnya. 

Laporan dapat disampaikan melalui fakultas atau langsung ke Satgas PPKPT tingkat universitas.

Saat ini, karena satgas fakultas belum terbentuk, seluruh laporan dialihkan ke Satgas PPKPT pusat Unima.

Pihak kampus memastikan perlindungan penuh bagi seluruh pelapor.

"Perlindungan meliputi identitas, privasi, dan keamanan pelapor.

Rektor juga menegaskan kepada mahasiswa agar tidak perlu takut untuk melapor, "

Seluruh laporan akan dikawal dan privasi pelapor dijamin oleh pihak universitas.

Kisah cinta Evia Maria Mangolo

Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang meninggal secara tak wajar di kos Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), ternyata sudah punya tambatan hati.

"Ia sudah punya pacar," kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025).

Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua.

Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda.

Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung.

"Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar," katanya.

Evia Maria Mangolo Dikenal Pintar

Maria Antoineta Evia Mangolo, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di tempat kos Tomohon, Sulawesi Utara dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam.

Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut, Rabu (31/12/2025).

"Ia memang pendiam, tapi rajin," katanya.

Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok.

Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas.

"Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya," katanya.

Sebut dia, Evia juga pintar.

Selain itu baik hati.

Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar.

Dikatakannya, ia sempat menelepon Evia, apakah hendak pulang saat Natal.

"Jawabnya tidak jadi, karena tidak dapat tiket," katanya.

Dirinya terakhir ketemu Evia pada beberapa bulan lalu.

Kala itu Evia tengah KKN dan mencari tempat kos.

"Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia)," katanya.

Ia mengatakan, sang ponakan sempat mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal.

Lalu menyusul story lainnya.

"Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama," katanya.

Sosok pendiam

Evia Maria dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam bagi keluarganya.

Kepada Tribun Manado, Zefanya mengaku sangat mengenal dan dekat sekali dengan Evia. 

Korban adalah kakak sepupu dari pihak ibu Zefanya.

"Dari kecil kita berdua sudah dekat.

Di keluarga kami dia dipanggil Atang, saya Yaya," ujar Zefanya, Kamis (1/1/2026) malam.

Evia sering liburan ke rumah Zefanya di Manado. 

Zefanya mengenang, meski pendiam, Evia sangat pintar. 

Dari remaja Evia sudah dikenal sebagai siswa yang berprestasi. 

"Waktu SMP saja dia pernah ke Bali karena prestasi," ujar dia telepon.

Saat di Manado, Evia bahkan sering terlihat sibuk bergelut dengan tugas-tugas kuliah. 

"Kalau lagi tidak sibuk palingan dia ajak saya makan, makan mie gacoan," ujar dia, 

Evia tidak pernah curhat terkait masalah pribadinya.

Ia lebih suka menulis ketimbang banyak bicara. 

Bahkan sering ketika ada orang bertanya soal masalahnya, Evia tidak senang. 

Evia juga tidak pernah cerita terkait dosen Unima inisial DM yang diduga melakukan pelecehan terhadapnya.

"Dia hanya pernah cerita, dia stres karena banyak tugas dan butuh suntikan dana.

Kalau ditanya-tanya dia bakal marah," ujar Zafanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.