BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah menghimbau masyarakat mewaspadai potensi terjadi gelombang tinggi air laut dalam beberapa hari kedepan.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka Tengah Yudhi Sabara menyampaikan, sesuai informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi air pasang laut itu akan berlangsung sampai 8 Januari mendatang.
Yudhi meminta para nelayan khususnya di wilayah Bangka Tengah, terus memantau kondisi cuaca atau gelombang sebelum melakukan aktivitas di tengah laut.
"Diperkirakam sampai tanggal 8 Januari 2026 ini, kondisi gelombang air laut mengalami pasang tinggi. Untuk itu saya harap teman-teman nelayan tetap mewaspadai kondisi air laut dengan gelombang tinggi ini," ujar Yudhi kepada Bangkapos.com, Jumat (2/1/202).
Menurutnya, selain para nelayan, potensi gelombang tinggi ini juga harus diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir laut.
Dikatakan Yudhi, hal itu karena pasang air laut tersebut memunculkan potensi terjadinya banjir rob yang masuk hingga pemukiman warga.
"Untuk warga yang tinggal di pesisir, agar berhati-hati apabila air naik. Sebagai antisipasi peralatan yang memakai aliran listrik agar dipindahkan ketika air laut semakin tinggi," terangnya.
Seperti diketahui, sejumlah daerah di Bangka Tengah masuk dalam titik rawan banjir rob.
Daerah itu meliputi Desa Kurau dan Kurau Barat, Kelurahan Sinar Laut, Arung Dalam, Berok di Kecamatan Koba.
Selanjutnya, sejumlah Desa di Kecamatan Pangkalanbaru seperti Batu Belubang serta Kebintik.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)