TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan pekerja sektor perhotelan terus dilakukan melalui sinergi antara Perguruan Tinggi dan dunia usaha.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diberikan tim Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar).
Kegiatan yang berupa Pelatihan Cara Mencuci Hidung dan Literasi Finansial ini digelar di Hotel Masainn Kuta, Kabupaten Badung, pada 15 Desember 2025.
Kegiatan diikuti 20 karyawan dari berbagai unit kerja, mulai dari front office, housekeeping, hingga bagian operasional lainnya.
Baca juga: PERANG Kembang Api di Simpang 6 Denpasar Terungkap Motifnya! Dilakukan 8 Anak Secara Spontan?
Pelatihan difokuskan pada dua aspek penting, yaitu pencegahan gangguan kesehatan saluran pernapasan serta peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan pribadi.
Ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat, dr. Made Gita Ratnasari, Sp.THT-KL menjelaskan bahwa lingkungan kerja perhotelan memiliki tantangan tersendiri terkait kualitas udara dalam ruangan.
“Karyawan hotel bekerja di ruangan tertutup dengan penggunaan pendingin udara, paparan debu, paparan bahan kimia dari pembersih ruangan serta interaksi dengan banyak orang setiap hari.
Cuci hidung bermanfaat untuk membersihkan rongga hidung dari debu, alergen,an kuman yang terhirup selama bekerja.
Jika dilakukan secara rutin dan dengan cara yang benar, cuci hidung dapat membantu mengurangi keluhan hidung tersumbat, bersin, hingga menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan atas,” jelasnya.
Dalam sesi pelatihan mencuci hidung, peserta diberikan edukasi mengenai manfaat cuci hidung, waktu yang dianjurkan, serta demonstrasi teknik mencuci hidung yang benar dan aman menggunakan larutan yang sesuai.
Baca juga: 1 JENAZAH Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Dikremasi di Bali, Izin Layar Dipertanyakan Kemenpar
Para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung dengan pendampingan tim pelaksana.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari pelatihan, di akhir kegiatan tim pelaksana menyerahkan peralatan cuci hidung kepada seluruh peserta.
Peralatan tersebut diberikan agar karyawan dapat menerapkan praktik cuci hidung secara mandiri dan berkelanjutan di rumah maupun di lingkungan kerja.
Selain kesehatan fisik, pelatihan ini juga membahas literasi finansial dasar dengan narasumber, Ni Luh Putu Ratna Wahyu Lestari, SE, M.Si.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan pengelolaan keuangan pribadi, pentingnya menabung sejak dini, serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan.
Menurut Lestari, literasi finansial menjadi bekal penting bagi pekerja untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang apalagi ditengah isu menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali.
“Kesehatan dan stabilitas finansial merupakan dua hal yang saling berkaitan dan sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja,” tambahnya.
Pemilik Hotel Masainn Kuta, Ir. I Made Badra, MM menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.
Ia pun mengapresiasi kepedulian perguruan tinggi terhadap kesehatan dan kesejahteraan karyawan.
“Kami sangat mendukung kegiatan edukatif seperti ini.
Baca juga: UPAYA Tekan Kasus Kanker Serviks, Gianyar Kini Terapkan Metode HPV DNA, Simak Penjelasannya!
Karyawan yang sehat dan memiliki pemahaman finansial yang baik akan bekerja dengan lebih nyaman dan produktif, sehingga berdampak positif pada kualitas pelayanan hotel,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami terbuka untuk kerjasama lanjutan, karena manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh karyawan,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan kerja.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pemberian edukasi kesehatan dan finansial yang inklusif, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja sektor perhotelan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan karyawan Hotel Masainn Kuta mampu menerapkan praktik cuci hidung secara mandiri serta mengelola keuangan pribadi dengan lebih bijak.
Sinergi antara dunia akademik dan industri ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (*)