BANGKAPOS.COM - Atlet terjun payung, Widiasih (58) dikabarkan jatuh di Perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Sempat hilang, penerjun payung Widiasih ditemukan oleh nelayan, Jumat (2/1/2026) pagi.
Widiasih merupakan atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung yang jatuh di perairan Bojongsalawe pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Widiasih ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam kondisi mengambang oleh nelayan Cilacap di dekat keramba Susi Pudjiastuti di perairan Pangandaran pada Jumat (2/1/2025) pagi.
Kapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan, membenarkan bahwa korban penerjun payung yang jatuh kini sudah ditemukan.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan, personel juga sekarang masih evakuasi," ujar Edwin kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat pagi.
Korpos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menyampaikan, bahwa korban penerjun payung di perairan Bojongsalawe kini sudah ditemukan.
"Korban ditemukan di perairan Pangandaran atau 17 kilometer dari pantai Batukaras. Sekarang juga sedang dievakuasi ke Batukaras," katanya.
Baca juga: Sosok Mahasiswi Unima Diduga Dilecehkan Dosen, Tulis Nama Terduga Pelaku Sebelum Akhiri Hidup
Sebelumnya, nasib nahas menimpa dua orang penerjun payung yang jatuh di sekitar perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Kedua korban yakni bernama Rusli (64) dan Widiasih (58).
Kedua penerjun yang sudah lanjut usia itu merupakan warga Kabupaten Bandung.
Keduanya jatuh ketika mengikuti terjun payung pada event Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar yang digelar di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban atas nama Rusli berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa tidak lama setelah kejadian.
Sedangkan Widiasih, baru ditemukan setelah tiga hari dilakukan pencarian.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di tengah kegiatan Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang olahraga terjun payung di Pangandaran.
Kegiatan ini berlangsung dua hari mulai hari Selasa hingga Rabu (30-31/12/2025).
Diketahui, insiden bermula saat para penerjun menggelar kegiatan free fall pukul 11.00 WIB.
Awalnya, sebanyak lima atlet penerjun payung melakukan penerjunan dari pesawat latih milik Fly School Ganesha.
Pesawat ini lepas landas dari Bandara Nusawiru.
Pada saat penerjunan, terjadi perubahan arah dan kecepatan angin, terutama di ketinggian sekitar 10.000 feet.
Kondisi itu menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan keluar dari Drop Zone (DZ) yang ditentukan.
Akibatnya, sebagian penerjun mendarat di luar area yang direncanakan.
Baca juga: Lima Hari Lagi Ujian Proposal Skripsi, Ironi Pesan Tembok Mahasiswi Unima Dugaan Dilecehkan Dosen
Setelah insiden terjadi, Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, menyampaikan pihaknya fokus pada pencarian satu dari dua korban yang belum ditemukan setelah jatuh ke laut.
"Untuk kegiatan terjun payung, itu dihentikan terlebih dahulu. Informasi yang diterima, kegiatan terjun payung ini memang dilaksanakan selama dua hari ini, mulai tanggal 30 hingga 31 Desember 2025," ujar Andri kepada sejumlah wartawan di lokasi TKP di pesisir pantai Nusawiru Cijulang, Selasa (30/12/2025) siang, dikutip Tribunjabar.id
Untuk itu kegiatan terjun payung dihentikan sementara sampai batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.
Jasad Widiasih (58) atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung yang jatuh di perairan Bojongsalawe pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB telah ditemukan.
Setelah empat hari pencarian Tim SAR, Widiasih ditemukan oleh nelayan Cilacap di dekat keramba Susi Pudjiastuti di perairan Pangandaran pada Jumat (2/1/2025) pagi.
Widiasih ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan mengambang di perairan Pangandaran.
Adapun sebelumnya, Widiasih jatuh bersama Rusli di perairan Bojongsalawe yang lebih dulu ditemukan meninggal.
Kapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan, membernarkan bahwa korban penerjun payung yang jatuh kini sudah ditemukan.
"(Lokasi penemuan korban) Teluk Nanjung di atasnya Cagar Alam, dekat keramba Bu Susi," kata Kasatpolairud Polres Pangandaran, Iptu Anang Tri Sodikin, dilansir dari Kompas.com.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh nelayan pintur, atau nelayan pencari keong. Nelayan kemudian melaporkan kejadian ini kepada tim SAR gabungan.
"Korban dievakuasi tim SAR gabungan," kata Anang.
Saat ditemukan, lanjut dia, tali-tali parasut masih menempel di tangan korban.
Baca juga: Goresan Tinta Mahasiswi Unima Akhiri Hidup di Indekos, Diduga Korban Pelecehan Dosen
Parasut cadangan juga masih ada di tubuh korban.
"(Parasut cadangan) Masih lengkap," katanya.
Anang menjelaskan, jarak penemuan korban dengan TKP terjatuhnya korban sekitar 5 mil atau sekitar 6 kilometer.
Saat ini, jenasah korban berada di Rumah Sakit Pandega Pangandaran.
Sebelumnya, Widiasih mengalami kecelakaan saat terjun payung bersama 4 rekannya.
Malangnya, nasib nahas menimpa dua orang penerjun payung yang jatuh di sekitar perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Kedua korban yakni bernama Rusli (64) dan Widiasih (58).
Kedua penerjun yang sudah lanjut usia itu merupakan warga Kabupaten Bandung.
Keduanya jatuh ketika mengikuti terjun payung pada event Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar yang digelar di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban atas nama Rusli berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa tidak lama setelah kejadian. Sedangkan Widiasih, baru ditemukan setelah tiga hari dilakukan pencarian.
Keduanya merupakan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Baca juga: Polisi Buru Pelaku Hilangkan Mobil Pelat Merah BN 1030 QZ Aset Sekretariat DPRD Kabupaten Bangka
Setelah empat hari pencarian, Widiasih atlet terjun payung yang jatuh di perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran akhirnya berhasil ditemukan oleh nelayan Cilacap di dekat keramba Susi Pudjiastuti di perairan Pangandaran pada Jumat (2/1/2025) pagi.
Korban bernama Widiasih (58) atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung yang jatuh bersama Rusli di perairan Bojongsalawe pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Widiasih ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan mengambang di perairan Pangandaran.
Kapolres Pangandaran, AKBP Dr Andri Kurniawan, membernarkan bahwa korban penerjun payung yang jatuh kini sudah ditemukan.
"Alhamdulillah korban sudah ditemukan, personel juga sekarang masih evakuasi," ujar Edwin kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Jumat pagi.
Korpos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menyampaikan, bahwa korban penerjun payung di perairan Bojongsalawe kini sudah ditemukan.
"Korban ditemukan di perairan Pangandaran atau 17 kilometer dari pantai Batukaras. Sekarang juga sedang dievakuasi ke Batukaras," katanya.
Setelah dievakuasi, jenazah korban akan dibawa ke RSUD Pandega untuk dilakukan pemulasaraan.
"Kita akan bawa ke RSUD dulu dan kemudian nanti kita serahkan ke pihak keluarga," ucap Edwin.
Baca juga: Rekam Jejak Pengacara Andi Kusuma Rumahnya Didatangi Kejati, Selamatkan Ibu Balita Disekap Bos Sawit
Sebelumnya, nasib nahas menimpa dua orang penerjun payung yang jatuh di sekitar perairan Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Kedua korban yakni bernama Rusli (64) dan Widiasih (58). Kedua penerjun yang sudah lanjut usia itu merupakan warga Kabupaten Bandung.
Keduanya jatuh ketika mengikuti terjun payung pada event Kejuaraan Daerah (Kejurda) sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar yang digelar di Bandara Nusawiru, Kecamatan Cijulang, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban atas nama Rusli berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa tidak lama setelah kejadian. Sedangkan Widiasih, baru ditemukan setelah tiga hari dilakukan pencarian.
Keduanya merupakan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
(TribunJabar.id/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)