Pendidik KB-TK Al Abidin se-Jateng DIY Matangkan Persiapan Semester Baru, Perkokoh Fondasi Pedagogik
January 02, 2026 03:28 PM

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mengawali kalender pendidikan di tahun 2026, KB-TK Al Abidin menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi guru yang diikuti oleh seluruh pendidik dari wilayah Solo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Salatiga, hingga Yogyakarta.

 Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (2/1/2025) di Red Chilies Hotel ini mengusung tema besar "LEARN: Lifelong Engagement in Adaptive and Reflective Learning."

Workshop ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen lembaga dalam memastikan setiap pendidik memiliki kesiapan mental dan profesionalitas yang matang. Fokus utamanya adalah membekali para guru agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan anak usia dini melalui pendekatan yang lebih reflektif.

Acara dibuka secara resmi oleh PLH Yayasan Al Abidin, Triyadi, M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa esensi dari seorang pendidik adalah semangat untuk tidak pernah berhenti belajar.

Baca juga: Keren! Siswa kelas 3 SDII Al Abidin Sragen Raih Juara III Lomba Menulis Puisi Piala Bupati Sragen

Menurutnya, pembaruan kapasitas guru secara berkala adalah kunci agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan tumbuh kembang siswa yang kian kompleks.

"Pertemuan hari ini merupakan bekal fundamental bagi kita semua. Apa yang kita rumuskan dan pelajari di sini akan menjadi fondasi utama dalam menavigasi seluruh proses belajar-mengajar selama satu tahun ke depan," tegas Triyadi.

Pada sesi pertama, Ana Rafaidah, S.Pd., Gr., mengajak para peserta untuk menelaah urgensi Sense of Belonging atau rasa memiliki di lingkungan sekolah.

 Beliau memantik diskusi reflektif mengenai peran guru yang sesungguhnya: Apakah sekadar menjalankan kewajiban mengajar dan evaluasi sudah cukup untuk menjamin keberlanjutan belajar anak?

Ana menekankan bahwa rasa aman dan keterikatan emosional anak didik bermula dari sikap, pemilihan kata, serta interaksi harian guru.

Dalam sesi ini, para pendidik diajak merenungkan kembali bagaimana setiap tindakan mereka di kelas dapat membangun lingkungan yang mendukung anak untuk bertumbuh dengan penuh percaya diri.

Melanjutkan agenda tersebut, Eka Noer Maya Sari, S.T., mengisi sesi kedua dengan tajuk "The Art of Communication". Materi ini menyoroti pentingnya keterampilan berkomunikasi yang efektif dan santun, baik dalam berinteraksi dengan anak, rekan sejawat, maupun orang tua siswa. Pendekatan yang dipaparkan mengintegrasikan prinsip kesantunan Islami dengan standar komunikasi positif kurikulum internasional Cambridge, guna menciptakan pola hubungan yang suportif dan konstruktif di sekolah.

Sebagai wujud implementasi dari seluruh materi yang telah disampaikan, workshop ini ditutup dengan agenda praktis berupa penyusunan rencana mengajar untuk semester mendatang.

Dalam sesi ini, para guru dari berbagai cabang berkolaborasi untuk merumuskan strategi pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mengedepankan aspek afektif dan karakter.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap nilai yang didiskusikan dalam workshop, baik itu rasa memiliki maupun seni berkomunikasi, dapat langsung terinternalisasi ke dalam kurikulum harian.

Dengan selesainya rencana mengajar ini, para pendidik KB-TK Al Abidin menyatakan kesiapannya untuk menyambut siswa kembali ke sekolah dengan semangat dan inovasi yang baru.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.