BANGKAPOS.COM -- Kasus kematian Antoineta Evia Maria Mangolo alias AEMM (21), mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang ditemukan meninggal secara tak wajar di kamar indekosnya di Tomohon, Sulawesi Utara meninggalkan kisah memilukan.
Sosok Evia Maria selama hidupnya menyimpan banyak kenangan yang belum banyak diketahui publik.
Tercatat sebagai mahasiswa aktif, Evia rupanya telah memiliki tambatan hati yang selama ini belum terungkap.
“Ia sudah punya pacar,” ujar Ketsia, Tante Ecia Maria kepada Tribun Manado di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025).
Menurut Ketsia, kekasih Evia saat ini tengah menjalankan tugas di Papua.
Baca juga: Sosok Widiasih Atlet Penerjun Tewas, Tali Parasut Masih Menempel, Ketemu di Keramba Susi Pudjiastuti
Hubungan keduanya disebut sudah cukup serius dan direncanakan akan berlanjut ke jenjang pertunangan.
Bahkan, rencana tunangan itu akan dilakukan setelah Evia menyelesaikan studi dan diwisuda.
Ketsia mengingat betul momen ketika Evia mengantar sang kekasih ke pelabuhan.
Ia menyebut Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung.
Tak hanya itu, Evia juga sempat membagikan potret kebersamaannya dengan sang pacar di media sosial.
“Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar,” tambah Ketsia.
Suasana duka semakin terasa ketika ayah Evia, Antonius, tiba di rumah persemayaman sang putri.
Malam itu terasa begitu sunyi dan mencekam saat Antonius datang pada Rabu (31/12/2025) dini hari.
Baca juga: Sosok Mahasiswi Unima Diduga Dilecehkan Dosen, Tulis Nama Terduga Pelaku Sebelum Akhiri Hidup
Begitu melihat jenazah putrinya terbujur kaku, Antonius langsung tersungkur tak kuasa menahan tangis.
Ia menangis sejadi-jadinya, seolah seluruh dunianya runtuh dalam sekejap.
Kematian Evia yang terjadi secara tak wajar di kosnya di Tomohon meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.
Jenazah Evia sendiri ditemukan pada Selasa siang, sehari sebelum sang ayah datang ke rumah duka.
Antonius diketahui bekerja sebagai buruh bagasi dengan penghasilan yang pas-pasan.
Meski demikian, ia tetap berjuang keras demi membiayai pendidikan anaknya hingga ke perguruan tinggi.
Namun kini, anak yang menjadi penyemangat hidupnya itu telah tiada.
“Ayahnya seorang buruh bagasi, sedang ibunya bekerja sebagai buruh bagasi,” kata Ketsia kepada Tribunmanado.com, Rabu (30/12/2025).
Ia menambahkan, kedua orang tua Evia bekerja keras setiap hari demi menghidupi Evia dan adiknya.
“Setahu saya mereka kirim lewat orang lain yang kemudian mentransfer ke Evia,” ungkap Ketsia.
Menurutnya, Evia dikenal sebagai sosok yang rajin belajar dan ingin membalas semua pengorbanan orang tuanya.
“Ia menulis kado Natal untuk mama,” pungkas Ketsia, mengenang unggahan terakhir Evia yang kini tinggal kenangan.
Jenazah Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang meninggal di tempat kos di Tomohon, akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, Sulut pada Rabu (31/12/2025).
Otopsi diputuskan oleh keluarga setelah ditemukan sejumlah luka yang membiru di tubuh jenazah.
Ketsia, tante dari Evia bercerita, pada Selasa (30/12/2025) malam di rumah duka di Perum CBA Gold, Mapanget, Minut, Sulut ia memperoleh sebuah dorongan untuk memeriksa kaki dari jenazah.
"Saat itulah ada tanda biru serta tanda seperti luka," katanya.
Beberapa saat kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan ditemukan tanda biru di pinggang kiri dan di paha atas.
"Dari situ lantas diputuskan untuk dilakukan otopsi," katanya.
Ia menuturkan, ayah dari almarhum sudah tiba sejak Rabu dini hari.
Rabu pagi, ia bertolak ke Polda untuk persiapan otopsi.
Dia menerangkan, sesungguhnya jenazah direncanakan pulang pada Kamis.
Namun batal karena ada otopsi.
Ketsia menuturkan, pihaknya menyerahkan penanganan kematian itu pada pihak berwajib.
Zefanya Brenda Montung (19), sepupu dari almarhumah Evia Maria mengaku sempat melihat story WA sang kakak sebelum ditemukan meninggal.
"Terakhir komunikasi dengan dia lewat sambungan Whatsapp sempat bertanya kepadanya apakah bakal pulang kampung atau tidak.
Baca juga: Lima Hari Lagi Ujian Proposal Skripsi, Ironi Pesan Tembok Mahasiswi Unima Dugaan Dilecehkan Dosen
Dia bilang mau pulang," terang Zefanya ketika dihubungi Tribun Manado melalui sambungan Whatsapp, Kamis (1/1/2026) malam.
Kampung halaman Evia berada di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulut.
Untuk pergi ke Siau dari Pelabuhan Manado bisa ditempuh kurang lebih 4 jam menggunakal kapal fery.
Zefanya juga menceritakan isi story (status) terakhir korban di media sosial Whatsapp.
Dalam story tersebut Evia mengupload foto video lama dirinya sedang bersama adiknya saat mandi di pantai.
"Caption storynya itu tertulis: hadiah Natal for mama.
Besoknya dia sudah ditemukan meninggal," terang dia.
Zefanya menyebut ia dan keluarga, tahunya Evia sudah pulang kampung ke Siau sebelum informasi tentang kematian Evia sampai ke mereka.
Maria Antoineta Evia Mangolo, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal di tempat kos Tomohon, Sulawesi Utara dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, pintar dan agak pendiam.
Hal ini diutarakan Ketsia, tante korban kepada Tribunmanado.com di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara, Sulut, Rabu (31/12/2025).
"Ia memang pendiam, tapi rajin," katanya.
Ia bercerita, Evia sangat rajin membuat tugas kelompok.
Kadang, kata dia, saat menginap di rumahnya, Evia sering lupa makan karena kerjakan tugas.
"Saya sering tegur makan dulu, dan ia tetap dengan laptopnya," katanya.
Sebut dia, Evia juga pintar.
Selain itu baik hati.
Meski pendiam, Evia punya semangat tinggi untuk belajar.
Dikatakannya, ia sempat menelepon Evia, apakah hendak pulang saat Natal.
"Jawabnya tidak jadi, karena tidak dapat tiket," katanya.
Dirinya terakhir ketemu Evia pada beberapa bulan lalu.
Kala itu Evia tengah KKN dan mencari tempat kos.
"Ia dan dua temannya sempat menginap di rumah saya dan sewaktu hendak pulang saat itu hujan, ia katakan makaseh (terima kasih) Ma Abo (panggilan Ketsia)," katanya.
Ia mengatakan, sang ponakan sempat mengunggah story tengah mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal.
Lalu menyusul story lainnya.
"Ia unggah sesuatu seperti kertas, mungkin tanda berhasil menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama," katanya.
Evia Maria seharusnya tinggal beberapa langkah lagi menuntaskan kuliahnya di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Jurusan Pendidikan Guru SD Universitas Negeri Manado.
Tapi harapan tinggal harapan. Beberapa hari jelang ujian, Evia ditemukan meninggal di tempat kosnya di Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Selasa 30 Desember 2025 pagi.
Evia dijadwalkan ujian seminar proposal skripsi pada Selasa 6 Januari 2025.
"Kasiang anak ini. Padahal tanggal 6 Januari somo ujian," kata paman Evia, Jhonli Mangolo di rumah persemayaman, Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Rabu (31/12/2025).
Kata Jhonli, mungkin karena sudah terjadwal ujian tanggal 6 sehingga Evia memutuskan tidak pulang ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro.
"Sebenarnya kasiang depe papa deng mama suka skali dia pulang mo ba Natal deng Tahun Baru. Ya siapa mo sangka jadi bagini," kata sang paman lirih.
Evia Maria ternyata sudah punya tambatan hati.
"Ia sudah punya pacar," kata Ketsia, tante korban kepada Tribun manado di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Rabu (31/12/2025).
Sebut dia, sang pacar saat ini bertugas di Papua.
Baca juga: Goresan Tinta Mahasiswi Unima Akhiri Hidup di Indekos, Diduga Korban Pelecehan Dosen
Keduanya direncanakan akan tunangan setelah Evia wisuda.
Ia ingat, Evia pernah mengantar pacarnya naik kapal di Bitung.
"Evia juga pernah mengunggah foto sang pacar," katanya.
(TribunManado.co.id/TribunNewsmaker.com/Bangkapos.com)