Habiskan Sisa Libur Tahun Baru, Wisatawan Antusiasme Kunjungi Planetarium TIM Jakarta
January 02, 2026 03:28 PM

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA -- Libur sekolah dimanfaatkan banyak warga untuk berwisata edukatif  di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Planetarium TIM pun menjadi pilihan favorit warga untuk mengisi liburan—tak sekadar hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang berkesan.

Pantaun di lokasi, Planetarium TIM tampak dipadati pengunjung sejak pagi hari pada Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Libur Tahun Baru 2026, Sigit Rela Datang dari Lampung Demi Naik Kereta Gantung di Taman Mini

Dhine (35), warga asal Bekasi, Jawa Barat, menjadi salah satu pengunjung yang datang berkunjung ke tempat wisata edukasi ini.

Ia bahkan rela berangkat sejak subuh demi bisa menyaksikan pertunjukan Planetarium.

Bersama keluarganya, ia berangkat dari Tambun menggunakan kereta sejak pukul 05.00 WIB.

“Sempat datang kemarin tapi kehabisan tiket. Hari ini coba lagi dari pagi, Alhamdulillah dapat dan nonton show pertama,” ujar Dhine di TIM Jakarta, Jumat (2/1/2026) siang.

Ia dan keluarganya beruntung bisa mengikuti pertunjukan perdana yang digelar pukul 10.00 hingga 10.45 WIB.

"Ini menjadi pengalaman pertama saya mengunjungi kawasan TIM," ucapnya. 

Edukasi

Ketertarikan Dhine untuk mengunjungi Planetariaum TIM berawal dari ramainya unggahan di media sosial, ditambah momentum libur sekolah.

“Sekalian mau ngajarin anak tentang tata surya. Jadi kita mau habiskan sisa liburan sekaligus ada sisi edukasinya,” katanya.

Dengan harga tiket Rp10 ribu per orang, Dhine menilai pertunjukan Planetarium sangat sepadan.

Meski demikian, ia mengaku sedikit kewalahan dengan antrean panjang yang mengular. Terlebih, pembelian tiket harus dilakukan secara langsung dan tidak bisa diwakilkan.

Antrian Panjang

Pantauan di lokasi, antrean panjang pengunjung tampak sudah mengular sejak pagi. Panjang barisan diperkirakan mencapai sekitar 100 meter dan memanjang di area bawah gedung TIM, melewati deretan tiang beton.

Lamanya waktu tunggu membuat sebagian pengunjung memilih duduk sejenak di sekitar antrean.

Tak sedikit pula yang terlihat mendatangi petugas keamanan maupun staf planetarium untuk menanyakan kemungkinan memperoleh tiket pertunjukan.

Informasi mengenai pembatasan kuota penonton dan sistem daftar tunggu (waiting list) sempat menimbulkan kekhawatiran.

Beberapa pengunjung bahkan tampak kecewa karena takut tidak kebagian tiket. Kendati demikian, mayoritas tetap bertahan di antrean dengan harapan namanya masih tercatat dalam daftar pemanggilan.

Keramaian tersebut melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. 

Anak-anak terlihat datang bersama orang tua, sementara sebagian pengunjung lain menunggu sambil duduk di lantai atau bersandar di tiang bangunan. Beberapa anak mengisi waktu dengan bermain kecil di sekitar antrean.

Kepadatan juga terlihat di dalam gedung, khususnya di area depan Pusat Informasi Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Lorong-lorong dipenuhi pengunjung yang berdiri berdesakan, sementara petugas berupaya mengatur arus keluar-masuk agar tetap tertib.

Dalam pertunjukan selama 45 menit, pengunjung diajak menjelajah luar angkasa melalui visualisasi di dalam kubah Planetarium.

Edukasi yang diberikan berkaitan dengan proses terbentuknya tata surya, pengenalan nama-nama planet, hingga gambaran luasnya alam semesta disampaikan secara visual dan naratif. 

Sekitar 80 kursi tersedia di dalam ruangan, dengan aturan ketat larangan membawa makanan, minuman, serta mendokumentasikan pertunjukan.

Sepanjang pertunjukan, antusiasme pengunjung begitu terasa. Mayoritas penonton datang bersama keluarga.

Anak-anak hingga orang dewasa tampak terpukau, seolah diajak melayang menembus angkasa dan menyaksikan langsung keajaiban alam semesta. (m27)


Caption: Dhine dan Bunga, pengunjung Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2025).(Foto: Yolanda Putri Dewanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.