Kota Padang (ANTARA) - Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian menyebut pemerintah bersama masyarakat harus memahami dan menyiapkan tiga aspek kesiapsiagaan dalam menghadapi atau memitigasi bencana.
"Pertama, kita harus menyiapkan kesiapsiagaan di prabencana, kedua ketika terjadi bencana dan pascabencana itu terjadi," kata Sekretaris Utama BNPB Rustian di Padang, Jumat.
Rustian mengatakan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sangat penting dipahami mengingat seluruh provinsi di Tanah Air memiliki potensi bencana alam. Apalagi, Indonesia berada dalam kawasan cincin api pasifik (ring of fire).
"Di tiga siklus bencana ini semua komponen masyarakat harus tahu dan paham karena bencana alam tidak bisa diprediksi dan mematikan," kata Rustian.
Sebagai contoh saat ini pemerintah tengah berupaya memulihkan dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Khusus di Ranah Minang, Rustian mengatakan sudah sejak awal bersama Gubernur setempat membahas apa saja yang harus dipenuhi agar dampak bencana bisa diminimalisir.
Pada kesempatan itu, ia mengatakan bencana yang terjadi di tiga provinsi itu menelan korban jiwa hingga 1.000 lebih. Bahkan, masih cukup banyak yang belum ditemukan. Di Provinsi Sumbar pemerintah bersama keluarga korban sudah mengikhlaskan untuk tidak melanjutkan pencarian dan evakuasi korban.
Ke depan, selain pemulihan dampak bencana yang ditimbulkan pemerintah terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada para penyintas banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi terdampak. Di sisi lain, BNPB menyambut baik kinerja pemerintah provinsi dan daerah dalam menangani dampak bencana.
"Dari 15 kabupaten kota yang terdampak bencana 13 di antaranya menetapkan status tanggap darurat dan syukur alhamdulillah 12 sudah masuk transisi darurat," sebut dia.







