Tribunlampung.co.id, Sumsel - Viral aparatur sipil negara (ASN) perempuan berinisial SN di Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel) sawer uang sambil joget.
SN melakukan hal tersebut setelah naik jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Kantor Kecamatan Batanghari Leko (BHL).
Melansir Tribun Sumsel, SN resmi dilantik dengan jabatan barunya di lingkungan Pemkab Muba pada Rabu (31/12/2025).
Video berdurasi sekitar 1 menit 42 detik itu menunjukkan seorang ASN mengenakan jas hitam tampak melakukan sawer uang pecahan Rp100 ribu yang diambil dari amplop cokelat, disertai joget bersama sejumlah orang.
Aksi tersebut menuai beragam tanggapan publik karena dinilai tidak mencerminkan etika sebagai seorang pejabat, terlebih dilakukan tak lama setelah pelantikan resmi.
Sementara, pasca viralnya video tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba, H Pathi Ridwan, menyatakan pihaknya akan melakukan penelusuran mendalam.
Ia menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditindaklanjuti bersama Inspektorat Kabupaten Muba.
"Nanti akan dibahas oleh tim, termasuk bentuk sanksinya," ujar Pathi Ridwan, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ASN yang terekam dalam video tersebut diketahui baru saja dilantik dan saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Kantor Kecamatan Batanghari Leko (BHL) dan berinsial SN.
Sebelumnya, yang bersangkutan bertugas sebagai Pengelola Pelayanan dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Muba.
Sementara itu, oknum ASN yang bersangkutan akhirnya angkat bicara dan menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa video tersebut direkam oleh pihak keluarga saat acara makan bersama di salah satu tempat makan di Kota Sekayu, dan dilakukan setelah jam kerja usai.
"Waktu itu sudah sore dan sudah jam pulang kerja. Uang yang digunakan adalah uang pribadi saya, dan kegiatan tersebut murni acara keluarga,"ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui kekeliruannya karena masih mengenakan pakaian dinas lengkap usai pelantikan, sehingga menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan daerah dan seluruh warga Muba.
"Saya tidak bermaksud pamer. Kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan keluarga. Saya mohon maaf kepada pimpinan dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Muba,"ungkapnya.
Baca juga: Penampilan Novi Rizki saat Kunjungi Korban Banjir, Mentereng Pakai Pink dan Kuning