TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Sumut - Penampilan pedangdut Novi Rizki saat menyalurkan bantuan kepada korban banjir Sumatra menuai sorotan tajam.
Melansir dari postingannya di Instagram @novirizkiyanti, ia menampilkan aksi sosialnya di lokasi terdampak bencana. Ia tampil trendi dengan baju pink dan kuning menyala.
Akan tetapi, penampilannya itu lantas menuai cibiran netizen. Banyak yang menuding busana yang dia pakai terlalu ketat untuk dipakai ke area bencana.
“Banyak yang komen gara-gara pakaian. Aku kaget sama responsnya,” ujar Novi kepada awak media, dikutip dari Tribunnews, Jumat (2/1/2025).
Dikatakan Novi Rizki, busana yang dia pakai masih dalam tahap wajar. Kebetulan suhu udara di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang merupakan kawasan pesisir, cukup panas dan bikin gerah.
Sementara, baju yang dia pakai memang didesain untuk menyerap panas, sehingga membuatnya tetap merasa nyaman.
“Bahannya adem gitu, enggak tipis, kok. Tapi mungkin karena aku lagi semok badannya, jadi kelihatan ketat. So far aku pakai baju lengan panjang dipadu celana jins,” terang Novi.
Novi pribadi malas meladeni cibiran netizen di kolom komentar satu per satu.
“Karena menurutku, fokusnya aku datang ke sana menyalurkan bantuan. Mari kita fokuskan membantu korban bencana. Bukan malah melenceng jadi ke persoalan baju," katanya.
Sebagai informasi, Novi Rizki dan komunitasnya, yakni Squad Sosialita, datang ke lokasi bencana pada 16-20 Desember 2025.
Kedatangan mereka untuk menyalurkan bantuan sembako, dalam bentuk beras, mi instan, roti, sarden. Termasuk pakaian dan obat-obatan seperti tolak angin dan minyak kayu putih.
"Pokoknya semua keperluan mereka coba kita bantu," tandasnya.
Berdasarkan data sementara yang terbaru dari BNPB, kini total di 3 provinsi itu bertambah mencapai 1.157 jiwa. Update data terbaru itu disampaikan BNPB per Kamis (1/1/2026).
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, korban meninggal dunia terbanyak di Aceh mencapai 530 orang, disusul Sumut 365 orang dan Sumbar 262 orang.
"Total rekapitulasi korban jiwa meninggal dunia dari 1.154 jiwa per kemarin, menjadi per hari ini 1.157 jiwa," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari YouTube BNPB, Kamis.
"Operasi pencarian masih terus dilakukan sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama-nama yang masih masuk dalam daftar pencarian orang itu berkurang seminimal mungkin," sambungnya.
Sementara untuk korban hilang masih ada 165 orang, dengan rincian 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumut, dan 74 orang di Sumbar.
Kemudian, jumlah pengungsi ada sebanyak 380.360 orang.
Terbanyak di Aceh, yakni ada 365.655 orang, disusul Sumut sebanyak 13.770 orang, dan Sumbar 9.935 orang.
Sebagai catatan, jumlah korban tewas dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan petugas dan masyarakat.
Pemerintah saat ini masih terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan ke masyarakat terdampak.
Sejauh ini, diketahui sudah ada 23 Kabupaten/Kota yang telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan.
Total ada 6 daerah di Aceh, 8 daerah di Sumut, dan 9 daerah di Sumbar.
Baca juga: Kadis di Samosir Jadi Tersangka Korupsi Bantuan Bencana Alam Rp 1,5 Miliar