Suami Tersandung Dugaan Penipuan, Boiyen Ungkap Harapan Segera Punya Bayi
January 02, 2026 05:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Komedian Yeni Rahmawati alias Boiyen mengungkapkan harapannya untuk segera punya anak pertama dari sang suami, Rully Anggi Akbar di tahun 2026. 

Boiyen dan Rully Anggi Akbar telah melangsungkan pernikahan pada 15 November 2025 lalu. Namun, pria yang disapa Rully itu tersandung dugaan penipuan hanya berselang satu bulan dari pernikahannya. 

Ia diduga melakukan penggelapan dana investasi yang bermula dari kerja sama bisnis kuliner. Rully bahkan telah menerima dua kali somasi. 

Di tengah permasalahan yang menyeret nama sang suami, Boiyen mengungkap harapannya di tahun 2026. Ia berharap dirinya dapat terus menghibur masyarakat dan hidupnya semakin bahagia.

Personel grub band ATF itu juga ingin segera memiliki momongan. Hal itu diketahui dari unggahan Instagram @taulany_tv.

"Harapan gue buat 2026, semakin menghibur dan semakin bahagia dan punya baby," tulis Boiyen di sebuah papan tulis, dikutip Tribunnews pada Jumat (2/1/2026).

Duduk Perkara Dugaan Penipuan

Kabar dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi terungkap setelah tim kuasa hukum korban, Santura Nababan buka suara pada Selasa (23/12/2025). Ia membongkar duduk perkara dugaan penipuan tersebut. 

"Ada sebuah peristiwa dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan public figure, baru kemarin menikah," buka Kuasa Hukum korban, Santura Nababan dikutip Tribunnews dari YouTube Intens Investigasi pada Selasa (23/12/2025).

"Ceritanya dia punya usaha namanya Sateman Indonesia. Jadi Sateman Indonesia ini membutuhkan investor, jadi klien kami ini adalah investor yang berinvestasi di usaha tersebut," lanjutnya.

Santura menerangkan, investasi tersebut bermula pada awal Agustus 2023.

"Nah 5 Agustus 2023, public figure ini yang berinisial RAA, suami dari BP atau sering nama panggungnya Boiyen, berkomunikasi dengan klien kami menghubungi melalui kuasa menyampaikan bahwa usaha beliau yang berada di Sleman, Yogyakarta membutuhkan dana untuk pengembangan usaha," terang Santura.

Dalam proposal yang dikirim Rully, Sateman Indonesia disebut memiliki pendapatan hingga ratusan juta. Rully pun menjanjikan bagi hasil 70:30 bagi investor.

"Jadi di dalam chat-nya beliau mengirimkan proposal kepada klien kami, proposal ini disampaikan adanya penawaran investasi. Di dalam penawaran investasi ini beliau menjanjikan adanya pembagian untung, yaitu 70 persen untuk founder atau pengelola, 30 persen untuk investor," beber Saturan.

"Di sini juga beliau menyampaikan adanya profit pendapatan dari usaha tersebut bahwa di sini dikatakan pendapatan enam bulan terakhir itu lumayan besar, dari Rp87 juta sekian sampai Rp119 juta. Jadi karena proposal ini, atas komunikasi yang baik atau atas permintaan RAA tersebut sehingga klien tersebut mempertimbangkan untuk berinvestasi," lanjurnya.

Rully awalnya mengirim bukti laporan keuangan hingga membagi hasil sesuai kesepakatan selama lima bulan. Namun setelah lima bulan tersebut, Rully menghilang dan tak pernah ada kabar untuk menghubungi klien Santura Nababan.

"Akan tetapi setelah klien kami berinvestasi di sana, apa yang disampaikan dalam proposal ini tidak terjadi. Setelah berinvestasi di bulan Agustus 2023, laporan pada bulan berikutnya itu langsung turun. Jadi di bulan berikutnya sampai lima bulan, beliau masih memberikan bagi hasil,"

"Tapi setelah itu sampai saat ini beliau tidak lagi memberikan bagi hasil. Dan janji-janji yang disampaikan pada klien kami itu tidak ditepati," terangnya.

Rully diduga hanya mengirim bagi hasil hingga Desember 2023.

"Sampai sekarang bisnisnya masih ada, anehnya sudah dihubungi yang bersangkutan tidak merespons dengan baik. RAA ini seperti lari dari tanggungjawab," tegasnya.

"Jadi kami dari tim kuasa hukum menyampaikan somasi resmi kepada yang bersangkutan per hari ini. Kami berharap agar yang bersangkutan segera menghubungi kami agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik. Kami berharap adanya etikad baik dari yang bersangkutan berinisial RAA atau pemilik Sateman yang berada di Sleman, Yogyakarta," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Santura menyebut total nilai investasi kliennya pada usaha milik Rully sebesar Rp200 juta.

"Disepakati awalnya Rp350 juta. Tapi yang diinvestasikan Rp200 juta," jelas Santura.

Santura menyebut Rully hanya mengirim keuntungan sebesar Rp6 juta per bulan selama empat kali. Alhasil korban merasa tertipu karena pria yang kerap disapa Ezel tersebut tak pernah ada kabar untuk menemui atau menjelaskan kelanjutan bisnis yang dijalankan.

Pihak kuasa hukum juga menjelaskan ada hal yang mencurigakan dari investasi yang dilakukan oleh kliennya. Pasalnya transfer investasi yang dilakukan kliennya tak dikirim ke CV Sateman Indonesia melainkan pada rekening pribadi Rully.

"Nah ini harus saya kasih tahu ke temen-temen, ini uang ditransfer bukan ke rekening CV-nya, di dalam proposal ini ada CV-nya. Ditransfer ke rekening pribadi, RAA," tegasnya.

Apabila somasi tersebut tak diindahkan dan membayar janji-janji, pihak korban akan melayangkan tindakan hukum ke ranah pidana dan perdata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.