Waspada Bibit Siklon dan Rob, BPBD Mataram Minta Warga Tidak Beraktivitas di Pantai Selama Sepekan
January 02, 2026 06:19 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram mengimbau warga maupun wisatawan, untuk menghindari area pesisir pantai selama sepekan ke depan.

Langkah antisipasi ini diambil menyusul adanya potensi ancaman berupa bibit siklon tropis dan fenomena banjir rob, yang diprediksi melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kota Mataram.

Plt. Kalak BPBD Mataram, Muzaki, menjelaskan bahwa potensi bahaya dari bibit siklon tropis ini mencakup cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan. Ancaman ini secara khusus menyasar sembilan kilometer garis pantai di Kota Mataram, mulai dari wilayah Ampenan hingga Sekarbela.

“Potensi dari bibit siklon tropis itu mulai dari angin kencang, hujan angin, itu yang perlu diwaspadai,” tegas Muzaki, Kamis (2/1/2026).

Ia menambahkan, koordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan telah diperkuat untuk memastikan warga tetap siaga.

“Jangan sampai kita terlena dan abai. Sesuai imbauan Pak Wali, kita diminta untuk di rumah saja sebaiknya, daripada main ke pantai,” ungkapnya.

Kewaspadaan ini didasarkan pada data BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) yang merilis peringatan dini banjir rob untuk periode 1–8 Januari 2026.

BMKG memprediksi kecepatan angin barat daya hingga barat laut mencapai 5–20 knot dengan ketinggian gelombang hingga 2,5 meter.

Beberapa titik yang dipetakan rawan terdampak banjir rob antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, hingga Labuan Lombok.

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, mengingatkan masyarakat yang tinggal di area rendah dan bantaran sungai untuk terus memantau situasi secara berkala.

“Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan Bima, bantaran sungai serta daerah yang lebih rendah diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang air laut maksimum seperti adanya banjir rob,” ungkap Satria dalam rilis resminya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.