TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Trenggalek kembali menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2025.
Dari sejumlah BUMD yang dimiliki Pemkab Trenggalek, PT BPR Jwalita tercatat sebagai penyumbang PAD terbesar dan berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan bersama DPRD.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Trenggalek, Agus Subchi, menjelaskan bahwa target setoran PAD BUMD telah ditetapkan melalui rapat bersama DPRD Trenggalek, khususnya Komisi II.
Untuk tahun anggaran 2025, PT BPR Jwalita ditarget menyetor PAD sebesar Rp 1,443 miliar.
Sementara itu, PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) ditarget Rp 200 juta, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rp 143 juta, dan PDAU Pabrik Es Watulimo sebesar Rp 41 juta.
"Yang tertinggi tetap di BPR Jwalita. Target Rp 1,4 miliar dan realisasinya mencapai Rp 1.443.000.000, jadi terpenuhi," ujar Agus, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: UMK Tulungagung 2026 Ditetapkan Rp 2.628.190, APINDO Siap Melaksanakan Meski Berat
Ia memastikan PT JET juga telah memenuhi target setoran PAD sebesar Rp 200 juta.
Adapun untuk PDAM dan PDAU Pabrik Es Watulimo, setoran PAD masih dalam tahap penghitungan akhir tahun anggaran.
Menurut Agus, kontribusi PT BPR Jwalita terhadap PAD Kabupaten Trenggalek selalu menjadi yang tertinggi dan konsisten setiap tahun.
Hal tersebut sejalan dengan kinerja perusahaan yang dinilai stabil serta berbagai penghargaan yang telah diraih.
"Setiap tahun BPR Jwalita selalu menjadi penyumbang PAD terbesar. Kinerjanya juga selaras dengan penyertaan modal yang diberikan oleh pemerintah daerah," jelasnya.
Tak hanya menyumbangkan PAD, BPR Jwalita menurut Agus juga berperan besar dalam mendukung UMKM dan pedagang pasar tradisional.
BPR Jwalita selalu menjadi jujugan masyarakat jika membutuhkan akses permodalan yang cepat dengan persyaratan yang relatif gampang.
"Target pasarnya memang ekonomi mikro, selain ikut mendorong ekonomi pedagang pasar dan UMKM, itu juga (strategi) agar tidak bersinggungan dengan bank (Himbara)," jelasnya.
Terkait penyertaan modal, Agus mengungkapkan DPRD Trenggalek telah menyetujui tambahan penyertaan modal untuk PT BPR Jwalita sebesar Rp 10 miliar.
Sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan, penyertaan modal tersebut direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2027 dan 2028, masing-masing sebesar Rp 5 miliar, dengan menyesuaikan kondisi fiskal daerah.
Dengan tambahan tersebut, total penyertaan modal Pemkab Trenggalek di PT BPR Jwalita akan mencapai sekitar Rp 30,369 miliar, dari sebelumnya Rp 20,369 miliar.
Sementara itu, rencana penyertaan modal untuk PT JET sebesar Rp 1 miliar guna pengadaan dispenser belum mendapatkan persetujuan DPRD.
Untuk PDAM dan PDAU Pabrik Es Watulimo, hingga saat ini belum ada rencana penambahan penyertaan modal.
Meski demikian, Agus menegaskan PDAM tetap dituntut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD daerah.
"Tujuan utama BUMD memang untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi tetap harus memberikan kontribusi PAD," pungkasnya.
(Sofyan Arif Candra/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik