Patung Macan Putih di Kediri Jadi Wisata Dadakan dan Dongkrak UMKM
January 02, 2026 08:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Patung macan putih di di pertigaan Dusun/Desa Balongjeruk Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jawa Timur mendadak jadi lokasi wisata. 

Sejak viral di media sosial pada awal Desember lalu, lokasi tersebut ramai dipadati warga, terutama pada momen liburan hingga awal Tahun Baru 2026.

Pantauan di lokasi, ratusan pengunjung berduyun-duyun datang untuk melihat langsung patung macan putih yang disebut-sebut memiliki bentuk unik dan menggemaskan.

Warga memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto di sekitar patung. 

Bahkan, tak sedikit anak-anak yang memanjat area sekitar patung demi mendapatkan foto terbaik.

Baca juga: Patung Macan Putih Kediri Nyaris Dibongkar karena Jadi Ejekan, Kades Sebut Kini Harus Dilestarikan

Fenomena Wisata Dadakan

Ramainya pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kediri.

Sejumlah warga dari luar daerah, seperti Malang, Trenggalek, Jombang, Lamongan hingga Jakarta juga terlihat memadati lokasi. 

Mereka mengaku penasaran setelah melihat foto dan video patung macan putih yang ramai dibicarakan di media sosial.

Baca juga: Rezeki Suwari setelah Buat Patung Macan Putih Rp 3,5 Juta di Kediri, Kini Banjir Pesanan

Patung macan putih ini menjadi viral lantaran ekspresinya yang dinilai imut dan jauh dari kesan garang. Dampaknya, pertigaan yang sebelumnya lengang kini berubah menjadi pusat keramaian.

Tak kurang dari 20 pedagang UMKM turut memanfaatkan momen ini dengan membuka lapak di sepanjang tepi jalan.

"Semenjak viral, area pertigaan ini berubah jadi wisata dadakan. Ramainya luar biasa, apalagi akhir-akhir ini dan malam hari," kata Ahmad Andi, warga setempat yang rumahnya berada tepat di depan patung macan putih, Jumat (2/1/2026).

Respon Pengunjung

Menurut Andi, dalam sepekan terakhir arus pengunjung terus meningkat. Banyak di antaranya datang berkelompok, baik bersama keluarga maupun teman, hanya untuk melihat langsung patung yang viral tersebut.

"Kalau malam banyak dari komunitas seperti sepeda motor dan anak muda," ucapnya. 

Salah satu pengunjung, Qizwin, remaja asal Jakarta Pusat mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan di media sosial. Ia sengaja menyempatkan diri berkunjung bersama temannya yang mondok di salah satu pesantren di Jombang.

"Awalnya lihat di media sosial, ternyata lucu. Bentuknya beda dari macan biasanya," kata Qizwin.

Remaja 15 tahun ini berharap jika patung tersebut tetap dipertahankan seperti sekarang dan tidak diubah. Sebab menurutnya, data tarik di sini adalah bentuk dan keunikannya. Selain itu juga bisa meramaikan pedagang UMKM sekitar yang berjualan.

"Lucu, semoga jangan dirubah," tambahnya.

Karya Seniman Lokal

Keberadaan patung macan putih ini tak hanya menjadi ikon baru Desa Balongjeruk, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui geliat UMKM yang tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

Patung macan putih tersebut merupakan karya Suwari (60), seniman lokal warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang. Dia mengerjakan patung tersebut selama 18 hari dengan anggaran total sekitar Rp 3,5 juta. Dana pembuatan patung berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i.

Suwari mengaku tidak menyangka hasil karyanya bisa viral dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. 

"Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka. Sekarang malah ada yang pesan lagi, rencananya patung naga di daerah Sumbercangkring, Malang," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.