TRIBUN-TIMUR.COM - Posisi Borneo FC di klasemen Super League 2025/2026 pekan 16 terancam turun lagi.
Saat ini Borneo FC bertengger di posisi 2 klasemen Super League, di bawah Persib Bandung.
Jika kalah dari PSM Makassar di laga pekan 16 Super League 2025/2026, Borneo FC terancam disalip Persija Jakarta.
Borneo FC akan menjamu PSM Makassar pada pekan 16 Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (3/1/2026), Pukul 16.30 Wita.
Di tabel klasemen Super League saat ini, Borneo FC mengoleksi 34 poin.
Dengan jumlah poin yang sama dari Persib Bandung, Borneo FC harus puas tahta puncak klasemen terlepas.
Borneo FC kalah secara head to head dari pemuncak klasemen sementara.
Klub berjuluk Pesut Etam butuh kemenangan dari PSM Makassar untuk bisa merebut kembali posisi puncak.
Namun jika menelan kekalahan, Borneo FC siap-siap turun ke posisi 3.
Pasalnya, di bawah Borneo FC ada Persija Jakarta yang sudah mengoleksi 34 poin.
Baca juga: Prediksi Borneo FC vs PSM Makassar: Yuran Fernandes Cs Dituntut Matikan Trisula Pesut Etam
Andai kata Borneo FC kalah dari PSM Makassar dan Persija menang di pekan 16 maka terjadilah pergantian posisi di klasemen.
Pekan 16 Persija akan menjamu Persijap Jepara di hari dan waktu yang sama pada laga Borneo FC vs PSM Makassar.
Adapun PSM Makassar berpotensi naik ke posisi 7 jika berhasil merebut 3 poin dari markas Borneo FC.
PSM Makassar kini berada di posisi 9 klasemen Super League dengan 19 poin.


















Head to Head Borneo FC vs PSM Makassar
Duel Borneo FC vs PSM Makassar diprediksi berlangsung sengit.
Laga Borneo FC vs PSM Makassar di Stadion Segiri, Sabtu (3/1/2026).
Dual tim Indonesia Timur ini sudah bertemu delapan kali.
Hasilnya, dua kali Borneo FC kalahkan PSM Makassar.
Begitupula PSM Makassar juga dua kali mengalahkan Borneo FC.
Empat laga lainnya berakhir imbang.
Kini Borneo FC nampaknya sudah kehabisan bensin.
Padahal ia mencatatkan 11 kemenangan beruntun awal Super League.
Kemenangan Borneo FC baru terhenti saat melawan Bali United.
Tim asal Samarinda itu kalah 1-0 dari Bali United.
Sejak saat itu, Borneo tak lagi pernah meraih kemenangan 4 laga terakhir.
Yaitu kalah dari Bali United 1-0, kalah dari Persib Bandung 3-1, imbang lawan Persebaya Surabaya 2-2, dan kalah dari Malut United 3-2.
Borneo FC pun harus merelakan puncak klasemen diambil alih Persib Bandung.
Persib Bandung memimpin klasemen setelah mengalahkan PSM Makassar 1-0.
Poin Persib Bandung dan Borneo FC sama-sama 34.
Sementara PSM Makassar tidak pernah menang 3 laga terakhir.
Yaitu melawan imbang lawan Persebaya Surabaya 1-1, kalah melawan Malut United dan Persib Bandung 1-0.
PSM Makassar kini berada posisi ke-9 klasemen Liga 1 dengan 19 poin.
Juku Eja juga mengalami paceklik gol.
Dalam tiga laga terakhir, Juku Eja hanya mampu menghasilkan satu gol.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tiga laga awal bersama pelatih Tomas Trucha.
Saat itu, PSM mencetak 10 gol dari tiga pertandingan: menang 1-0 atas Dewa United, melibas PSBS Biak 5-0, serta menang dramatis 4-3 atas Persis Solo.
PSM Makassar diharapkan bisa memetik kemenangan saat melawan Borneo FC.
Duel Kiper Lokal
PSM Makassar menantang Borneo Samarinda FC akan menyajikan duel kiper lokal terbaik di Super League 2025/2026.
PSM Makassar punya Hilman Syah di bawah mistar, sedangkan gawang Borneo FC dikawal oleh Nadeo Argawinata.
PSM Makassar bertemu Borneo FC di Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (3/1/2026) pukul 16.30 Wita.
PSM Makassar dan Borneo FC merupakan dua dari tujuh klub yang masih menggunakan tenaga kiper lokal.
Sebelas klub lainnya memakai jasa kiper asing.
Hilman Syah menjadi pilihan utama penjaga gawang PSM Makassar di musim ini.
Kiper berusia 28 tahun itu mencatatkan 14 pertandingan dari 15 laga telah dilakoni Juku Eja.
Kepercayaan bermain diberikan mampu dibayar oleh Hilman Syah.
Ia berhasil membukukan 42 penyelamatan dan empat kali menjaga gawangnya dari kebobolan. Jumlah gol kemasukannya cuma 14.
Penghargaan individu pun didapatkan kiper asal Jeneponto tersebut.
Hilman Syah dua kali menyabet penghargaan save off the week Super League.
Yakni pada pekan 9 saat melawan Arema FC dan pekan 11 ketika menjamu Madura United.
Bahkan, penyelamatan ke gawang Madura United membuat Hilman Syah mendapat save off the month pada November.
Tantangan berat kini menanti Hilman Syah untuk menjaga kesucian gawangnya ketika bersua Borneo FC.
Pasalnya, tim berjuluk Pesut Etam itu punya lini serangan tajam. Yaitu Mariano Peralta, Joel Vinicius dan Douglas Coutinho.
Ketiganya menyumbang 18 gol 29 gol dibukukan Borneo FC.
Mariano Peralta menjadi top skorer Borneo FC dengan sembilan golnya.
Disusul Joel Vinicius dengan lima gol dan Douglas Coutinho mengemas empat gol.
Performa serupa juga ditunjukkan Nadeo Argawinata bersama Borneo FC.
Penjaga gawang berusia 28 tahun ini tak diragukan lagi kualitasnya. Ia kiper langganan Timnas Indonesia.
Nadeo telah tampil 14 pertandingan juga dengan Pesut Etam.
Ia mencatatkan 58 penyelamatan. Jumlah penyelamatan ini terbanyak kedua dari kiper di Super League.
Nadeo hanya angka penyelamatan dari kiper Bali United Hauptmeijer dengan 62 save.
Selain itu, kiper kelahiran Kediri, Jawa Timur itu berhasil mencatatkan tujuh cleansheet.
Bola bersarang ke gawangnya pun hanya 10 gol.
Ketangguhan Nadeo akan diuji oleh juru gedor PSM Makassar Alex Tanque atau Abu Razard Kamara.
Dua striker Laskar Ayam Jantan dari Timur ini sedang berusaha menemukan ketajamannya lagi.
Pengamat Sepak Bola Budiardjo Thalib mengatakan, Nadeo dan Hilman Syah merupakan benteng pertahanan terakhir tim diperkuat.
Keduanya pasti akan memberikan performa terbaik demi menjaga gawangnya tak kemasukan.
“Hilman maupun Nadeo punya kualitas masing-masing. Kiper bagus ini,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebut, kemampuan dimiliki kedua kiper tak jauh beda.
Meski Nadeo sudah menjadi langganan Timnas Indonesia, tetapi Hilman Syah secara penampilan musim ini punya potensi pula memperkuat Merah-Putih.
“Menarik dilihat pertandingan besok, siapa penjaga gawang yang lebih tangguh,” sebut mantan Pelatih Persik Kediri dan Persikabo 1973 ini.
Dalam sebuah kesempatan, Hilman Syah mengaku memaksimalkan kesempatan diberikan pelatih.
"Saya ingin memberikan performa bagus di kesempatan tersebut," katanya. (*)