Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami I Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis peta sebaran wilayah yang masuk dalam kategori risiko tinggi terdampak erupsi Gunung Burni Telong.
Baca juga: Status Siaga, Aktivitas Vulkanik Gunung Api Burni Telong di Bener Meriah Masih Tinggi
Sebanyak 24 kampung (desa) yang tersebar di tiga kecamatan diidentifikasi sebagai wilayah rawan.
Selain memetakan wilayah risiko, BPBD juga telah menetapkan titik-titik evakuasi strategis untuk memudahkan mobilisasi warga jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Berdasarkan data BPBD Bener Meriah per Jumat (8/8/2025), berikut adalah rincian wilayah dan lokasi pengungsian:
Kecamatan Bukit, 5 kampung:
Kecamatan Wih Pesam, 7 kampung:
Kecamatan Timang Gajah, 12 kampung:
Perubahan status ini mulai berlaku pada Selasa (30/12/2025) pukul 22.45 WIB, menyusul peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup tajam di gunung api tipe strato tersebut.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), peningkatan aktivitas ini sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak Juli 2025.
Namun, situasi menunjukkan eskalasi yang signifikan pada akhir Desember.
Dalam kurun waktu dua jam pada Selasa (30/12/2025) malam, yakni pukul 20.43 WIB hingga 22.45 WIB, tercatat terjadi 7 kali gempa terasa yang berpusat hanya 5 kilometer (KM) dari puncak.
Baca juga: Kunjungi Pengungsi Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Kepala BNPB Minta Warga Tetap Tenang
Getaran ini kemudian diikuti oleh lonjakan Gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 14 kali dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 7 kali dalam durasi yang sangat singkat.
Ahli geologi memperingatkan bahwa gempa tektonik lokal di sekitar area tersebut berpotensi memicu pergerakan magma.
Merespons kenaikan status Siaga ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat demi keselamatan masyarakat, wisatawan, maupun para pendaki.
Titik utama yang menjadi perhatian adalah larangan total aktivitas manusia dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif Gunung Bur Ni Telong.
Hal ini memunculkan risiko terjadinya erupsi freatik, letusan yang terjadi akibat tekanan uap air secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda visual yang jelas sebelumnya.
Selain risiko erupsi, ancaman lain yang mengintai adalah gas vulkanik beracun.
"Masyarakat diminta tidak mendekati area fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan.
Pada kondisi tersebut, konsentrasi gas berbahaya dapat terkumpul dan membahayakan keselamatan jiwa," tulis laporan resmi Badan Geologi yang diterima TribunGayo.com.
Berdasarkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), wilayah di sekitar lereng Burni Telong kini berpotensi terdampak oleh beberapa ancaman vulkanik, di antaranya:
Pemerintah mengimbau warga Bener Meriah dan sekitarnya agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan tetap memantau informasi resmi.
Untuk perkembangan terkini, masyarakat dapat memantau melalui:
Baca juga: Kapolda Aceh Kunjungi dan Serahkan Bantuan ke Pengungsi Gunung Berapi Burni Telong di Bener Meriah