Tenda Darurat Disiapkan Jelang Hari Pertama Masuk Sekolah di Daerah Terdampak Banjir Sumatera
January 02, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah terdampak banjir Sumatera terus dipercepat.

Abdul Muhari mengatakan perbaikan fasilitas pendidikan dilakukan, karena aktivitas belajar mengajar akan kembali dimulai pada awal pekan depan.

"Fasilitas pendidikan, selain sudah disampaikan beberapa hari lalu oleh Pak Mendikdasmen terkait dengan pemulihan infrastruktur pendidikan, Pemerintah juga terus melengkapi kebutuhan sekiranya nanti di beberapa titik itu gedung sekolahnya belum bisa dipakai," ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, saat ini upaya pembersihan gedung sekolah yang terdampak banjir terus dioptimalkan dengan melibatkan personel TNI di lapangan. 

Fokus utama adalah membersihkan lumpur, material sisa banjir, serta memastikan ruang belajar aman digunakan oleh siswa dan guru.

Baca juga: Seskab Teddy Sebut Pemerintah Sudah Bangun 1.000 Hunian untuk Korban Banjir Sumatera

"Karena mengingat hari Senin sudah mulai proses belajar mengajar, maka seperti yang disampaikan oleh Pak Mendikdasmen, ada rencana utama menggunakan gedung sekolah yang sudah dibersihkan," katanya.

Meski begitu, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar.

Terutama jika masih terdapat sekolah yang belum sepenuhnya layak digunakan.

"Ada rencana kedua dan rencana ketiga jika ada beberapa hal yang menyebabkan gedung sekolah ini belum bisa dipakai,” jelasnya.

Baca juga: Tahun Baru 2026 Dirayakan dengan Doa Lintas Agama dan Donasi untuk Warga Terdampak Bencana Sumatera

Pemerintah telah menyiapkan tenda-tenda darurat yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara. 

Tenda tersebut akan digunakan di lokasi-lokasi yang kondisi bangunan sekolahnya masih memerlukan waktu untuk pemulihan lebih lanjut.

"Kita menyiapkan juga beberapa tenda untuk dimanfaatkan sebagai tempat atau ruangan sementara proses belajar mengajar di awal minggu depan," katanya. 

Pemerintah, kata Abdul Muhari, berkomitmen agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi meskipun berada dalam situasi pascabencana. 

"Prinsipnya, anak-anak harus bisa kembali belajar. Infrastruktur kita benahi, dan kalaupun ada keterbatasan, solusi sementara sudah kita siapkan," ucapnya.

54 Sekolah Rusak Berat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan total sekolah yang terdampak banjir Sumatera berjumlah 4.149 sekolah.

"Yang di Aceh ada 2.756, kemudian Sumatera Barat 443, dan Sumatera Utara 950," kata Abdul Mu'ti saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025).

Dari keseluruhan jumlah bangunan sekolah yang terdampak itu, sebanyak 81 persen sekolah di Aceh sudah kembali bisa beroperasi.

Sementara, untuk di Sumatera Utara ada 95 persen sekolah yang bisa beroperasi serta di Sumatera Barat ada 86 persen yang sudah bisa kembali beroperasi.

"Sekolah yang sudah bisa beroperasi untuk di Aceh ada 2.226 atau 81 persen, kemudian di Sumatera Barat 380 atau 86 persen, dan di Sumatera Utara 902 atau 95 persen. Total keseluruhan sekolah yang sudah bisa beroperasi 85 persen," ucap dia.

Hanya saja kata Mu'ti, masih ada sebanyak 50 lebih bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga harus dilaksanakan pembangunan ulang.

Kata dia, pembangunan akan langsung dilakukan secara cepat pemerintah karena sejatinya proses belajar mengajar di tiga provinsi tersebut akan kembali dimulai pada 5 Januari 2026.

Sebagai salah satu opsi, pemerintah kata Mu'ti telah menyediakan tenda sementara guna menampung para siswa untuk bisa belajar nantinya.

"Masih ada 54 yang memang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius, bahkan sebagian sekolah memang sudah rusak total sehingga mereka harus belajar di tenda dan sudah kita siapkan 54 tenda, (rinciannya) 14 di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 19 di Sumatera Utara," ucap dia.

"Kemudian untuk proses pembangunan kembali itu, sekolah-sekolah yang rusak, kami prioritaskan untuk mendapatkan dana revitalisasi tahun 2026, dan memang prosesnya akan bervariasi menurut tingkat kerusakan sekolah, karena beberapa memang ada yang sekolahnya sudah hilang semuanya, dan itu harus direlokasi di tempat yang baru," sambung Abdul Mu'ti.

Selanjutnya untuk bangunan sekolah yang masih dalam proses pembersihan kata dia ada 516 sekolah di Aceh, 42 di Sumatera Barat, dan 29 di Sumatera Utara. 

Sehingga total bangunan sekolah yang masih proses pembersihan ada 587, yang dimana prosesnya itu dikerjakan langsung oleh TNI-Polri, BNPB, hingga pemerintahan daerah setempat.

"Yang proses pembersihan kami sampaikan terus kami lakukan karena memang tingkat kerusakan dan juga dampak dari banjir itu sangat berat, sehingga karena itu prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama dari sekolah-sekolah yang lainnya," tandas Abdul Mu'ti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.