BNPB Sebut Aktivitas Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana Aceh Mulai Membaik
January 02, 2026 10:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, aktivitas ekonomi di Provinsi Aceh mulai membaik pasca-dilanda banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Hal itu disampaikan Abdul dalam konferensi pers yang tayang di kanal YouTube BNPB Indonesia pada Jumat (2/1/2025).

"Pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat itu terus berjalan. Pagi ini kita mendapatkan visual dari Aceh Tamiang di Pasar Aceh Tamiang, meskipun proses pembersihan masih berjalan, tapi berjalan bersamaan paralel dengan proses pembersihan ini."

"Di beberapa sisi yang sudah bersih, seperti kita lihat, roda ekonomi sudah mulai berputar, masyarakat sudah melakukan aktivitas jual beli."

"Tentu saja ini akan membantu mendorong sektor ekonomi mulai berputar sehingga komponen-komponen supply chain dari barang-barang yang dijual di pasar tradisional ini juga sudah mulai masuk dan dibeli sehingga kita harapkan ini juga juga bisa kemudian menjadi akselerator, menjadi katalis dari proses pemulihan secara umum yang lebih cepat," ujar Abdul Muhari.

Bukan hanya di Aceh Tamiang, aktivitas ekonomi di daerah lain terdampak bencana seperti Pidie Jaya dan Meureudu juga sudah mulai membaik.

"Di Pidie Jaya ini sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu sehingga ini juga terus kita dorong supaya kabupaten/kota yang lain juga memulai aktivitas-aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional," tuturnya.

Jumlah Korban

Berdasarkan data sementara yang terbaru, BNPB menyatakan bahwa tidak ada penambahan jumlah korban di 3 provinsi pada hari ini.

Artinya, jumlah korban jiwa itu masih sama seperti laporan BNPB pada Kamis (1/1/2026) lalu, yakni sebanyak 1.157 orang.

Korban meninggal dunia terbanyak di Aceh mencapai 530 orang, disusul Sumut 365 orang dan Sumbar 262 orang.

Baca juga: Program Restarting Industri Kecil Sasar IKM Terdampak Bencana Banjir Sumut dan Aceh

"Berdasarkan data rekapitulasi korban jiwa per hari ini tidak ada penambahan korban jiwa meninggal, operasi pencarian masih terus dilakukan," papar Abdul Muhari.

Untuk korban hilang juga masih tetap, yakni sebanyak 165 orang.

Dengan rincian, 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumut, dan 74 orang di Sumbar.

Sementara, jumlah pengungsi menurun sedikit, kini total ada ada sebanyak 380.287 orang.

Terbanyak di Aceh, yakni ada 365.658 orang, disusul Sumut sebanyak 13.926 orang, dan Sumbar 9.703 orang.

"Terkait dengan pencarian korban ini tentu saja upaya masih terus dilakukan secara optimal, kita harapkan ke depan tidak ada lagi korban yang masih ada di titik-titik pencarian," lanjut Abdul Muhari.

(Tribunnews.com/Deni/Rifqah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.