TRIBUNNEWS.COM - Kronologi mobil yang dikendarai pelaku tabrak lari sepeda motor dan pejalan kaki terserempet kereta di Jakarta Utara, setelah kabur dari kejaran massa.
Sebelumnya, sopir Mazda CX 5 berinisial JC menabrak dua pelajar dan tiga orang di Jalan Tanah sereal IV, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (2/1/2026).
JC menabrak pengendara sepeda motor dan pejalan kaki di lokasi tersebut. Akibatnya, dua korban meninggal dunia dan ada yang mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut, menambah rentetan kasus kecelakaan di Indonesia pada awal tahun.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangani 13.184 kasus kecelakaan sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut, disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri dalam agenda Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025 di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).
Diketahui wilayah hukum Polda Metro Jaya meliputi Provinsi DKI Jakarta beserta daerah-daerah penyangganya, yaitu Kota Depok, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.
Peristiwa bermula ketika mobil Mazda CX 5 melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Tanah sereal IV, Tambora, Jakbar pukul 02.20 WIB, Jumat dini hari.
Setibanya di lokasi, sopir itu menabrak sepeda motor yang dikendarai RNJ sambil membonceng V dan A.
Baca juga: 3 Kecelakaan Mobil di Jakarta Awal 2026, Tabrak Lari di Tambora hingga Sedan Ringsek di Bundaran HI
Sepeda motor pun oleng dan menghantam motor lain jenis Honda PCX yang dikendarai S, serta menabrak seorang pejalan kaki berinisial MD.
“Mobil minibus melaju dari arah selatan ke utara, setibanya di dekat Indomaret Tanah Sereal menabrak sepeda motor, kemudian kembali menabrak sepeda motor lain dan seorang pejalan kaki,” kata Kanit Gakkum Satlantas Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, dilansir TribunJakarta.com.
Menurut Joko, dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
"Korban atas nama V meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Tarakan, atas nama S meninggal dunia di TKP, jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang," imbuhnya, Jumat hari ini.
Sementara itu, tiga orang lain berinisial RNJ, A dan MD mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki.
Ketiganya dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan.
"Ketiganya saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Tarakan," lanjut Joko.
Setelah peristiwa kecelakaan, sopir Mazda CX 5 justru melarikan diri mengarah ke Mangga Dua, Jakarta Utara.
Sejumlah orang pun mengejar sopir Mazda. Bahkan, ia melaju berlawanan arah. Hingga berujung tertabrak kereta api ketika melintas di perlintasan rel kereta Mangga dua Square, Pademangan Jakarta Utara.
Setelah tertabrak kereta, mobil pelaku baru berhenti.
Rupanya, pelaku nekat menerobos jalur yang berlawanan arah karena panik dikejar warga.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menuturkan mobil pelaku mengalami kerusakan.
"Sampai pada akhirnya pengemudi kendaraan tersebut melawan arus dan terserempet Kereta Api di wilayah Mangga Dua - Jakarta Utara."
"Akibat kejadian dengan Kereta tersebut Kendaraan roda empat Mazda mengalami kerusakan," ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban luka dan tewas dalam insiden kecelakaan di kawasan Jakarta Utara.
Baca juga: Mobil Mazda CX-5 Tabrak Pelajar di Jakbar, Sopir Dikejar Warga hingga Tertabrak Kereta
Pelaku yang selamat dalam insiden langsung ditangkap warga.
Kini, polisi tengah mendalami penyebab tabrak lari hingga berujung mobil pelaku tertabrak kereta.
Muncul dugaan, sempat ada keributan atau tawuran di kawasan Tambora sebelum kejadian mobil tabrak lima orang itu.
"Sedang dicek apakah diawali adanya tawuran masyarakat atau murni kecelakaan," kata Ojo.
Lebih lanjut, Ojo menambahkan, pengemudi juga diminta melakukan tes urine untuk memastikan apakah ia berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkoba saat kejadian berlangsung.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Abdi Ryanda Shakti, TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)