Hujan Deras Picu Longsor dan Pohon Tumbang di Bondowoso, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
January 02, 2026 09:54 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso, Jumat (2/1/2026) memicu sejumlah bencana alam, mulai dari tanah longsor hingga pohon tumbang di beberapa lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahan, menyampaikan tanah longsor terjadi di rumah milik Mohammad, warga Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan.

“Longsor sekitar 6 meter dengan tinggi kurang lebih 3 meter,” ujar Tugas.

Baca juga: Longsor Tutup Akses Jalan di Pakem Bondowoso, BPBD dan Warga Gotong Royong Pembersihan

Tugas menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 05.57 WIB. Saat kejadian pemilik rumah beserta keluarganya sudah dalam kondisi terjaga, sehingga dapat segera menyelamatkan diri sebelum longsoran mengenai bangunan secara lebih parah.

“Kerusakan rumah kategori sedang, dengan estimasi kerugian sekitar Rp 12 juta,” jelasnya.

BPBD Bondowoso dan unsur terkait telah turun ke lokasi untuk memberikan bantuan logistik kepada korban. Warga bersama aparat setempat melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran.

Baca juga: Longsor Rusak Sumber Air, 420 KK di Desa Klekean Bondowoso Kesulitan Air Bersih

Pohon Tumbang

Di lokasi berbeda, pohon tumbang terjadi di Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, sekitar pukul 13.32 WIB. Pohon tumbang tersebut menutup badan jalan nasional jalur Bondowoso–Situbondo, sehingga sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian pohon tumbang. Namun satu warung mengalami kerusakan ringan dan kabel di sekitar lokasi sempat putus,” terangnya.

Tim BPBD segera melakukan evakuasi pohon tumbang agar akses jalan kembali normal.

Tugas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim hujan yang masih berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.

“Berdasarkan prakiraan BMKG, periode 1 hingga 10 Januari 2026 masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem, termasuk di wilayah Bondowoso,” tambahnya.

(TribunJatimTimur.com)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.