Rp 721 Juta untuk 14 Hari dan 831 Personel: Di Balik Kerja Sunyi Aparat Jaga Ambon Tetap Aman
January 02, 2026 09:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Operasi Lilin Salawaku 2025 menjadi potret nyata bagaimana aparat keamanan bekerja di bawah tekanan keterbatasan anggaran, namun tetap dituntut menjaga stabilitas kamtibmas di Kota Ambon yang berpenduduk lebih dari 357 ribu jiwa.

Selama 14 hari operasi, dari 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease harus mengelola beban pengamanan besar dengan anggaran yang relatif minim.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompol Morlan Hutahaean, mengungkapkan total anggaran Operasi Lilin Salawaku 2025 hanya sebesar Rp 721.980.000.

“Anggaran tersebut digunakan untuk uang makan, dana satuan, dan uang saku ratusan personel yang terlibat langsung dalam operasi,” ungkap Kompol Morlan, Jumat (2/1/2026).

Angka ini harus menopang kebutuhan operasional ratusan personel, mulai dari uang makan, dana satuan, hingga uang saku petugas yang berjaga siang dan malam di lapangan.

Artinya, tidak ada ruang longgar untuk manuver tambahan, sementara dinamika pengamanan di lapangan terus bergerak dan penuh risiko.

Jika ditarik secara kasar, anggaran Rp 721 juta untuk 14 hari operasi berarti sekitar Rp 51 juta per hari. 

Baca juga: Hendrik Lewerissa Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Martha Christina Tiahahu

Baca juga: Update! Jadwal KM Tatamailau 3 - 26 Januari 2026: Rute Terdekat Ambon, Ternate, Bitung, Tual, Dobo

Dengan ratusan personel yang diterjunkan setiap harinya, angka ini menunjukkan betapa ketatnya pengelolaan operasional yang harus dilakukan oleh jajaran kepolisian.

Tekanan terbesar terjadi pada malam pergantian tahun. Sebanyak 831 personel gabungan dikerahkan secara penuh. 

Mereka terdiri dari 382 personel Polresta Ambon, 110 personel Brimob Polda Maluku, 90 personel Direktorat Samapta, 170 prajurit TNI, 71 Bintara Remaja, serta 8 petugas Pemadam Kebakaran.

Pasukan ini harus mengamankan pusat-pusat keramaian, jalur lalu lintas utama, kawasan permukiman padat, hingga titik-titik rawan konflik sosial. 

Semua itu dilakukan dalam situasi di mana aktivitas masyarakat meningkat tajam, emosi massa mudah tersulut, dan potensi gangguan kamtibmas selalu mengintai.

Namun di tengah tekanan tersebut, situasi Kota Ambon tetap terkendali. 

Perayaan malam pergantian tahun berlangsung kondusif. Beberapa gangguan yang sempat muncul di sejumlah lokasi dapat ditangani dengan cepat dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengamanan tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, dan pengalaman aparat dalam membaca situasi lapangan. 

Operasi Lilin Salawaku 2025 menjadi bukti bahwa dengan sumber daya terbatas, kepolisian tetap mampu menjaga stabilitas keamanan publik.

Di balik suasana aman yang dirasakan masyarakat, ada kerja sunyi aparat yang berjaga dalam keterbatasan. 

Operasi ini sekaligus menjadi catatan penting bagi evaluasi ke depan.

Bahwa beban keamanan di kota dengan populasi ratusan ribu jiwa membutuhkan dukungan anggaran yang lebih proporsional agar profesionalisme aparat dapat terus terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan personel di lapangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.