Misi Bangkit Bali United di Tahun Baru Hadapi Arema FC, Barisan Lini Depan Wajib Akhiri Kebuntuan
January 02, 2026 08:23 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Bali United bersiap mengawali kalender tahun 2026 dengan ambisi besar saat menjamu Arema FC pada laga pekan ke-16 Super League 2025/2026. 

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (4/1) malam tersebut menjadi momentum bagi tim tuan tumah untuk memutus kebuntuan di lini depan.

Tim berjuluk Serdadu Tridatu menatap laga ini dengan evaluasi mendalam setelah hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Dewa United pada laga sebelumnya.

Baca juga: 3 Pemain Bali United Cedera, Brandon Wilson Rencana MRI, Irja dan Iner Penyembuhan Tulang Retak

Meski mencatatkan clean sheet, kegagalan mengonversi peluang menjadi gol menjadi sorotan utama sang pelatih.

Meski demikian, pelatih asal Belanda tersebut tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan mentalitas pemainnya.  

Ia menegaskan bahwa skuad Bali United saat ini memiliki daya juang yang luar biasa untuk membela identitas klub asal Pulau Dewata ini. 

"Tapi Bali bisa bangga dengan tim ini. Tim ini tangguh dan melangkah selangkah demi selangkah menjadi lebih baik," ungkap Jansen, Jumat (2/1). 

"Ini adalah tim yang ingin bertarung dan bekerja untuk Bali United. Saya sangat bangga dan senang dengan apa yang saya lihat," sambungnya. 

Senada dengan pelatihnya, bek muda andalan Bali United, Kadek Arel Priyatna, menekankan pentingnya menjaga konsistensi selama 90 menit.

Ia mengakui adanya penurunan intensitas permainan pada babak kedua saat melawan Dewa United yang membuat tim lawan leluasa memegang kendali.

Kadek Arel dan kawan-kawan harus waspada terhadap serangan balik Arema.

Sebaliknya, lini tengah Bali United harus lebih kreatif menyuplai bola ke lini depan agar tidak kembali buntu seperti saat melawan Dewa United.

"Lawan lebih banyak memegang bola dan tentu itu akan menjadi evaluasi kita sebelum pertandingan melawan Arema di tahun baru nanti," jelas Kadek Arel.

Pemain langganan Timnas ini juga mengakui bahwa selain pertahanan yang solid, ketajaman di lini serang harus segera dibenahi.  

"Ya, kita bagus bisa tidak kebobolan lagi, tapi itu akan menjadi persoalan soal gol untuk kita," tutur dia. 

Baca juga: Doa dan Harapan Irfan Jaya Bersama Bali United di Tahun Baru, Lebih Kuat di 2026

Di sisi lain, Arema FC datang ke Gianyar dengan kondisi yang kurang ideal. Skuad "Singo Edan" masih berjuang untuk keluar dari papan tengah. 

Laga tandang ke markas Bali United selalu menjadi tantangan berat bagi tim asal Malang tersebut, mengingat dukungan penuh suporter tuan rumah, Semeton Dewata, yang diprediksi akan memadati stadion pada laga perdana tahun ini.

Arema FC datang ke Gianyar dalam situasi yang tidak kalah tertekan. Manajemen Arema dikabarkan tengah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap performa tim yang belum memenuhi ekspektasi.

Dengan raihan 18 poin dari 15 laga, Singo Edan kesulitan menjaga konsistensi. Masalah utama Arema musim ini adalah performa di kandang yang buruk.

Pertemuan ini juga akan menjadi ajang adu taktik antara transisi cepat Bali United melawan permainan pragmatis Arema FC.

Kemenangan bagi Bali United akan membawa mereka kembali ke persaingan lima besar, sementara bagi Arema, mencuri poin di Dipta adalah harga mati untuk menjauh dari zona degradasi.

Bali United saat ini tertahan di peringkat ke-8 dengan 21 poin, sementara Arema FC membayangi di posisi ke-11 dengan raihan 18 poin. 

Kemenangan akan menjadi harga mati bagi tuan rumah untuk kembali merangkak ke papan atas. Tuan rumah menanti dengan modal catatan pertahanan yang cukup solid namun memiliki masalah besar di lini depan. 

Pada laga sebelumnya melawan Dewa United yang berakhir imbang 0-0, anak asuh Johnny Jansen menunjukkan dominasi di babak pertama namun gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol. (ian) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.