LMI Gandeng Diskoperindag Situbondo, Gelar Pelatihan Strategi Marketing UMKM
January 02, 2026 09:47 PM

 

TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO-LMI Jawa Timur Perwakilan Situbondo menggelar pelatihan strategi marketing bagi pelaku UMKM dengan menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo.
 
Kegiatan ini diikuti oleh 14 UMKM dan dilaksanakan di Aula Lantai 2 Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo, Senin (29/12/2025).

Yunike Andriyana selaku Program Officer LMI Situbondo menjelaskan bahwa antusiasme pelaku UMKM terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Namun, tidak seluruh pendaftar dapat difasilitasi sebagai peserta. Dari 50 orang yang mendaftar, yang memenuhi kriteria peserta sebagai UMKM yang kesulitan pemasaran dan omzetnya masih kecil hanya 15 orang.

“Adapun materi strategi marketing yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi pemasaran digital, pentingnya kemasan yang menarik, dan pemanfaatan media sosial khususnya Facebook sebagai salah satu sarana berjualan. Selain itu, pemahaman dan tata cara pengurusan legalitas usaha melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo juga kami fasilitasi,” ujarnya.

Baca juga: KEI Dorong Kemandirian Warga Kepulauan Sumenep Lewat UMKM hingga Ambulans Roda Tiga

Mengisi materi pertama, Edy Wiyono selaku Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Situbondo mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga non-pemerintah dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam pembinaan UMKM. “Kalau bisa tidak hanya sekali ini, tetapi berkelanjutan. Karena UMKM jumlahnya sangat banyak sehingga perlu pembinaan dan pelatihan, baik oleh pemerintah daerah maupun di luar pemerintah daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut pada paparan materi, Yugo Prio Utomo selaku Tenaga Pendamping Usaha Mikro Kabupaten Situbondo menyampaikan pentingnya legalitas usaha untuk pengembangan UMKM. Legalitas usaha adalah syarat wajib bagi pelaku usaha. Dengan legalitas, UMKM akan lebih mudah berkembang dan mengakses berbagai program pendukung. “Jika membutuhkan pengurusan legalitas izin usaha, bisa menghubungi saya. Saya siap membantu,” tegasnya.

Tak hanya menyoal strategi marketing dan legalitas, kisah inspiratif juga disampaikan oleh Nely Yulia Safitri melalui kisah suksesnya dalam merintis usaha rengginang. Berawal dari modal 700 ribu yang berasal dari sisa uang saku, kini usahanya mampu memproduksi hingga 100 kg rengginang per hari. “Alhamdulillah usaha ini berhasil memberdayakan 15 karyawan serta bekerja sama dengan 9 nelayan lokal dengan harga beli di atas harga tengkulak,” ungkap Nely membakar semangat para peserta.

Salah satu peserta pelatihan, Mega Indrayana, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. “Materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat aplikatif. Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga memperluas relasi sesama pelaku UMKM. Semoga ke depan omzet usaha kami bisa meningkat,” ujarnya penuh harap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.