TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - 18 hari berlalu, misteri di balik kasus pembunuhan bocah Sekolah Dasar (SD) di Cilegon, Banten inisial MAHM (9) mulai terkuak.
Update terkini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan bocah MAHM yang adalah putra Dewan Pakar PKS Kota Cilegon Maman Suherman.
MAHM ditemukan tewas mengenaskan dengan 22 luka bekas tusukan di rumahnya perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Ciwaduk, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Selasa (16/12/2025) lalu.
Kabar penangkapan terduga pelaku tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, saat dikonfirmasi TribunBanten.com.
Namun demikian, pihak kepolisian belum dapat membeberkan secara detail terkait identitas pelaku maupun kronologi penangkapannya.
“Mohon waktu,” ujar Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, Jumat (2/1/2026).
"Sudah ditangkap Jumat sore sebelum Maghrib,” tambahnya.
Baca juga: PKS Harap Penyelidikan Kematian Anak Politikus di Cilegon Dipercepat
Terpisah Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan juga membenarkan pelaku pembunuhan terhadap bocah kelas 4 sekolah dasar itu telah berhasil diamankan.
“Alhamdulillah, pelaku sudah ditangkap,” kata Dian melalui pesan WhatsApp.
Namun, Dian belum bersedia membeberkan identitas pelaku, kronologi penangkapan, maupun motif pembunuhan.
Ia mengatakan, seluruh informasi tersebut akan disampaikan secara resmi dalam rilis kasus dalam waktu dekat.
“Nanti akan disampaikan saat ekspos resmi,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku diamankan di wilayah Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
Pelaku juga dikabarkan merupakan salah satu karyawan dari perusahaan ternama yang beroperasi di wilayah Kota Cilegon.
Baca juga: Reza Indragiri Sebut Olah TKP Jadi Pintu Masuk Polisi Temukan Pembunuh Anak Politikus PKS Cilegon
Sampai hari ini, Jumat (26/12/2025), kasus pembunuhan itu masih menyisakan misteri soal identitas pelaku dan apa motif pelaku.
Awalnya diduga bocah berprestasi di sekolahnya itu adalah korban perampokan namun belakangan polisi mengatakan tidak ada barang yang hilang dari rumah mewah itu.
Awal mula terungkapnya kasus pembunuhan ini saat Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 14.20 WIB, ayah korban yakni Maman Suherman menerima telepon dari anak keduanya bernama D.
Dia terdengar panik dan meminta pertolongan.
Mendapat kabar tersebut, Maman yang saat itu berada di tempat kerjanya langsung pulang ke rumah.
Tiba di rumah dan membuka pintu, Haji Maman demikian dia disapa, mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat.
"Saat kejadian hanya 2 orang (di rumah itu) yakni korban adiknya dan kakaknya," kata Kapolres Cilegon, AKBP Marua Raja Silitonga.
Ibu dan ayahnya saat itu berada di luar rumah karena sama-sama bekerja.
Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.
Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengakui CCTV di rumah mati saat kasus pembunuhan terjadi.
"Iya kita akan mencari CCTV ya. Kemarin tuh menurut informasi 2 minggu itu CCTV rusak," beber AKP Sigit Dermawan.
Polisi akan mengecek rekaman CCTV milik tetangga rumah mewah tersebut untuk mencari petunjuk.
Sigit mengatakan pihaknya juga terus memeriksa sejumlah saksi untuk nantinya bisa membongkar kasus tewasnya bocah tersebut.
"Untuk saksi ya yang saat ini, hari ini, yang sudah dimintai keterangannya oleh Polres Cilegon sebanyak 7 saksi. Itu dari pihak keluarga dan pihak lain ya," tuturnya.
Sudah dua minggu sejak MAHM (9), anak anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman, ditemukan tewas di rumah mewah, pelaku belum juga terungkap.
Polisi telah memastikan penyebab tewasnya korban di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, bukan karena perampokan.
MAHM ditemukan tewas dengan 22 luka pada tubuhnya, 19 di antaranya merupakan luka akibat benda tajam, Selasa (16/12/2025).
Mantan Kabareskrim Polri Komjen Purn. Ito Sumardi mengatakan, dalam pengungkapan kasus, penyidik mengacu kepada teori segitiga pembuktian.
Teori itu meliputi, saksi, barang bukti, dan tersangka.
"Ini tersangkanya belum ada, barang buktinya sangat lemah, kemudian juga saksi-saksinya saat ini belum ada terkait," kata Ito, dikutip Tribunnews dari tayangan YouTube Kompas TV, Senin (29/12/2025).
Ito menyebut kasus ini tergolong kategori sulit karena dari tiga kriteria tersebut belum ada yang terpenuhi.
"Nah kesulitan yang dihadapi oleh penyidik ini termasuk kasus yang sulit karena dari tadi segitiga pembuktian semuanya belum bisa memenuhi secara optimal," ungkapnya.
Adapun kendala yang dihadapi penyidik, di antaranya kendala teknis berupa CCTV rumah yang rusak saat kejadian sehingga bukti visualnya hilang.
Kemudian, saat kejadian, kata Ito, kawasan tersebut tengah diguyur hujan lebat sehingga membuat jejak-jejak fisik di tempat kejadian sulit untuk dilakukan penyelidikan secara forensik.
Lalu, tidak ada informasi dari masyarakat yang signifikan dalam kasus tersebut.
"Meski pihak kepolisian mengajak publik untuk melapor, penyidik juga berupaya melakukan tes DNA sidik jari tapi prosesnya saat ini masih berlangsung terus," jelasnya.
Baca juga: Anak Petinggi PKS Cilegon Tewas Ditusuk, Motif Dendam Disorot Susno Duadji
Kabareskrim Polri Periode 2009-2011 itu juga menyakini korban menjadi sasaran antara atau bukan target utama dari pelaku.
"Dan kalau kita lihat dari perlakuan yang sangat brutal kepada anak ya yang tentunya anak ini masih jauh daripada hal-hal yang mungkin menimbulkan sesuatu bagi seseorang ya, yang sakit hati atau apa."
"Jadi kemungkinan besar ini sasaran antara, yang ini pasti didalami oleh pihak kepolisian," jelas Ito.
Ia pun berharap keterangan dari para saksi dapat membantu mengungkap kasus ini.
"Kasus ini adalah termasuk kasus yang sulit, kita juga tentunya berharap bahwa dari keterangan-keterangan dari pihak-pihak tertentu akan bisa mengungkap dan biasanya ini sejalan dengan waktu akan terungkap juga tapi tadi dari segitiga pembuktian ini adalah kasus yang sulit," tandasnya.
(tribun network/thf/TribunBanten.com)