Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta mencatat ada satu insiden kuda jatuh saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Pengawas Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta, Anggo Setiawan mengatakan kuda tersebut jatuh bukan karena kelelahan. Pasalnya, andong yang beroperasi selama libur Nataru 2025/2026 sudah dipastikan dalam keadaan prima.
Di samping itu, kuda tidak beroperasi terus-menerus. Para kusir menyesuaikan dengan kemampuan kuda masing-masing.
"Kuda tidak diforsir, ada yang berangkat jam 05.00, jam 09.00 sudah pulang, memang betul-betul cari wisata yang pagi. Ada yang jam 10.00 berangkat, jam 14.00 pulang. Ada juga yang khusus malam, itu memang keluarnya malam," katanya, Jumat (2/1/2026).
Anggo menceritakan insiden kuda jatuh terjadi pada Kamis (1/1/2026) sore.
Andong dengan dua kuda tersebut baru saja menurunkan penumpang di daerah Jalan Abu Bakar Ali. Namun, salah satu kuda gugup sehingga kakinya tersangkut pada pembatas kayu.
Sang kusir kemudian berupaya menolong kuda tersebut. Sayangnya, kuda tersebut malah berlari dengan salah satu kaki yang masih tersangkut.
"Jadi kudanya itu kalau setiap lewat Garuda (eks Hotel Ina Garuda) sama Sosrowijayan itu kudanya merasa nggak nyaman. Kaya nervous gitu. Karena nervous, kudanya nendang, tengahnya itu kan ada kayu sekat, nglewati kayu sekat, nyangkut. Pak kusir turun mau bantuin, ternyata sambil lari. Daripada kalau ke selatan (ke Malioboro) kenapa-kenapa, akhirnya didorong ke kanan biar berhenti," ujarnya.
Ia menyebut hingga saat ini baru ada satu laporan insiden kuda jatuh selama libur Nataru.
Pihaknya juga sudah mengatur jam operasional andong wisata. Sebab pada libur Nataru 2025/2026, andong yang beroperasi memang lebih banyak dari biasanya.
"Kalau total kusirnya itu 302, yang beroperasi libur Nataru 80 persen. Kalau biasanya 50 persen aja udah banyak banget. Makanya sudah kita atur, karena kalau terlalu banyak, Malioboro juga kan nggak ada tempatnya," imbuhnya. (maw)