TRIBUNNEWS.COM - Dunia internasional kembali diramaikan sejumlah peristiwa yang menyita perhatian publik.
Ribuan warga Iran turun ke jalan memprotes anjloknya mata uang dan inflasi tinggi, yang membuat kebutuhan pokok tak lagi terjangkau.
Sementara itu, Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada Kamis (1/1/2026) dini hari, mencetak sejarah sebagai wali kota Muslim pertama dan yang termuda dalam beberapa generasi.
Dalam beberapa hari terakhir, ribuan warga Iran turun ke jalan memprotes anjloknya nilai mata uang nasional di tengah krisis ekonomi yang kian memburuk.
Aksi protes ini bermula dari pemogokan para pemilik toko dan pedagang pasar pada Minggu (28/12/2025), lalu berkembang menjadi luapan kemarahan politik yang lebih luas.
Mengutip Deutsche Welle (DW) dan Iran International, berikut lima fakta mengenai gelombang demonstrasi di Iran.
Pemicu: Jatuhnya Nilai Mata Uang dan Krisis Inflasi
Saat ini, nilai tukar dolar AS telah mencapai sekitar 1,45 juta rial Iran.
Setahun sebelumnya, nilainya masih berada di kisaran 820.000 rial.
Kondisi tersebut membuat upah bulanan rata-rata pekerja penuh waktu di Iran kini hanya setara dengan sedikit di atas 100 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta).
Biaya kebutuhan pokok pun dengan mudah menghabiskan seluruh penghasilan bulanan.
Baca juga: Rekor dalam 35 Tahun, Iran Eksekusi Mati 1.500 Orang Tahun Lalu: Makin Banyak Gelombang Demonstrasi?
Di negara yang sangat bergantung pada impor seperti Iran, lonjakan inflasi ini memicu dampak sosial yang luas dan bersifat destabilisasi.
Gissou Nia, pengacara hak asasi manusia sekaligus pakar Iran dari lembaga think tank Atlantic Council, menilai krisis ekonomi memang menjadi pemicu, namun bukan akar persoalan utama.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
Pelantikan ini mencetak sejarah karena Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama sekaligus yang termuda dalam beberapa generasi di kota terbesar Amerika Serikat.
Al Jazeera melaporkan, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan di sebuah stasiun kereta bawah tanah bersejarah yang sudah tidak beroperasi di Manhattan.
Ia meletakkan tangannya di atas Al-Qur’an saat mengucapkan sumpah jabatan.
Upacara tersebut dipimpin oleh Jaksa Agung New York Letitia James tepat setelah tengah malam.
“Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup,” kata Mamdani dalam pidatonya.
Pelantikan simbolik itu berlangsung di Stasiun Balai Kota lama.
Stasiun tersebut merupakan salah satu stasiun bawah tanah tertua di New York.
Lokasi itu dikenal dengan arsitektur langit-langitnya yang melengkung.
Mamdani dijadwalkan kembali dilantik secara resmi dalam upacara publik di Balai Kota pada Kamis (1/1/2026) siang.
Upacara tersebut akan dipimpin oleh Senator AS Bernie Sanders.
Acara itu juga akan disertai pesta jalanan di sepanjang Broadway.
Pada usia 34 tahun, Mamdani menjadi wali kota termuda New York dalam beberapa generasi.
Ia juga tercatat sebagai wali kota pertama keturunan Asia Selatan.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Sebuah kapal tanker minyak yang menuju Venezuela, Bella 1, dilaporkan mengubah identitasnya dengan melukis bendera Rusia di lambung kapal.
Langkah ini diduga dilakukan sebagai upaya untuk menghindari intervensi militer dan penangkapan oleh AS saat kapal tersebut menuju Venezuela untuk mengambil minyak.
Menurut laporan New York Times, Kapal tanker minyak Bella 1 dilaporkan terdaftar di Guyana. Akan tetapi setelah dikonfirmasi pemerintah Guyana, Bella 1 tidak lagi terdaftar secara resmi di negara tersebut,
Pada saat berlayar di laut Karibia, Bella 1 tidak mengibarkan bendera nasional yang sah, sehingga secara hukum internasional dianggap sebagai kapal tanpa kewarganegaraan dan dapat disita.
AS kemudian telah mengeluarkan surat perintah penyitaan terhadap kapal ini karena riwayat pengangkutan minyak Iran yang juga digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme.
Namun, boarding kapal dengan kru yang bersikap bermusuhan dianggap berisiko tinggi, sehingga Penjaga Pantai memilih untuk memantau pergerakan kapal dari jarak aman.
Tak lama setelah itu, kapal Bella 1 mengubah identitasnya dengan melukis bendera Rusia di lambung kapal serta mengubah haluan ke arah barat laut, menuju Greenland atau Islandia.
Hal tersebut turut dikonfirmasi Russian Maritime Register of Shipping otoritas resmi maritim Kremlin, menyebut Bella 1 terdaftar sebagai Marinera, dengan bendera Rusia dan pelabuhan asal di Sochi.
Perubahan identitas dan arah kapal ini menegaskan bagaimana Bella 1 menggunakan penyamaran untuk tetap melanjutkan perjalanan sekaligus menghindari intervensi militer Amerika.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Puluhan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka di seluruh Eropa pada malam Tahun Baru akibat kebakaran, kecelakaan kembang api, dan insiden terkait lainnya, kata para pejabat pada hari Kamis (1/1/2026).
Insiden paling mematikan terjadi di Swiss, di mana kebakaran di bar Constellation di Crans-Montana menewaskan sekitar 40 orang dan melukai 115 orang, banyak di antaranya luka parah, mengutip Anadolu Agency.
Pihak berwenang terus mengidentifikasi korban sambil menyelidiki penyebab kebakaran, dengan pihak berwenang Italia, Prancis, dan Turki membantu warga negara yang terdampak.
Di Polandia, dua kebakaran rumah terpisah di Swinna Poreba dan Sarny Wielkie menewaskan seorang pria dan seorang wanita.
Di barat laut Polandia, kebakaran loteng hotel menyebabkan evakuasi 19 orang, lapor TVP World.
Kepolisian Polandia melaporkan lebih dari 15.600 insiden di seluruh negeri, menahan 333 orang dan menangkap lebih dari 100 pengemudi karena mengemudi dalam keadaan mabuk.
Di Belanda, kecelakaan kembang api menewaskan dua orang, termasuk seorang remaja berusia 16 tahun di Nijmegen dan seorang pria berusia 38 tahun di Aalsmeer, menurut media Belanda.
Secara terpisah, kebakaran besar terjadi di Gereja Vondelkerk yang bersejarah di Amsterdam, menyebabkan menara, bagian tengah, dan sebagian besar atap runtuh, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Jerman mencatat dua kematian di Bielefeld akibat kembang api dan puluhan lainnya terluka di seluruh negeri.
Polisi melaporkan serangan kembang api di beberapa kota, termasuk Berlin dan Leipzig, yang menyebabkan lebih dari 400 penangkapan, menurut laporan pers.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Somaliland secara resmi membantah bahwa mereka telah setuju untuk menerima pengungsi Gaza atau mengizinkan Israel untuk mendirikan pangkalan militer di wilayahnya sebagai imbalan atas pengakuan Israel.
Pekan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Israel akan mengakui kemerdekaan Somaliland, menjadi negara anggota PBB pertama yang melakukannya.
Langkah ini menuai kemarahan dari Somalia serta banyak negara Timur Tengah dan Afrika, serta kecaman dari Uni Eropa.
Presiden Somalia — yang mengklaim Somaliland sebagai bagian dari wilayahnya — menyatakan dalam sebuah wawancara di Al Jazeera pada Rabu (31/12/2025) bahwa Israel telah menuntut persyaratan tersebut sebagai imbalan atas pengakuannya.
Namun, Somaliland dengan tegas menolak hal ini.
“Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Somalia yang menuduh adanya pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” tulis kementerian luar negeri Somaliland dalam sebuah unggahan resmi di X.
“Keterlibatan Somaliland dengan Negara Israel murni bersifat diplomatik, dilakukan dengan menghormati sepenuhnya hukum internasional dan kepentingan kedaulatan bersama kedua negara,” lanjut pernyataan kementerian luar negeri tersebut.
“Tuduhan tak berdasar ini bertujuan untuk menyesatkan komunitas internasional dan merusak kemajuan diplomatik Somaliland. Somaliland tetap berkomitmen pada stabilitas regional dan kerja sama internasional yang damai," jelasnya.
Klaim Presiden Somalia
Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, mengatakan wilayah Somaliland yang memisahkan diri telah setuju untuk memukimkan kembali warga Palestina dan menjadi tuan rumah pangkalan militer Israel sebagai imbalan atas pengakuan dari Israel, dengan mengutip laporan intelijen.
Ia menambahkan bahwa hal itu datang "tiba-tiba" karena Israel menjadi negara pertama sejak 1991 yang mengakui wilayah tersebut sebagai negara merdeka.
BACA SELENGKAPNYA >>>
(Tribunnews.com)