TRIBUNGORONTALO.COM - Provinsi Gorontalo mendapat investasi pembangunan industri pakan ternak dan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi sebesar Rp 1,2 triliun.
Pemerintah pusat menetapkan Provinsi Gorontalo sebagai salah satu dari 13 provinsi di Indonesia yang mendapat investasi besar tersebut.
Investasi tersebut untuk hilirasasi industri pakan ternak berupa pembangunan pabrik hewan potong, pembangunan pabrik pakan ternak,pembangunan pabrik ayam broiler dan pullet.
Hal ini diungkap Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memberikan sambutan pada kegiatan zikir dan doa pergantian tahun pada Rabu (31/12/2025) malam
Gusnar Ismail mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil survei lapangan yang dilakukan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian. Tim tersebut turun atas arahan Menteri Pertanian dan perintah Presiden Republik Indonesia.
“Tadi pagi, saya rapat dengan tim survei dari Kementerian Pertanian. Mereka turun langsung dan menyimpulkan Gorontalo masuk dalam daftar provinsi penerima pembangunan industri pakan ternak,” kata Politisi Partai Demokrat tersebut.
Mantan pengajar Lemhanas ini menjelaskan urvei dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, serta Kabupaten Bone Bolango.
Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan industri pakan ternak dan peternakan ayam secara terintegrasi.
Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi mengaku terhenyuh saat menerima kabar tersebut. Dia mengingat perjuangan pemerintah daerah selama ini yang terus berupaya meyakinkan pemerintah pusat terkait potensi Gorontalo.
“Terus terang, di akhir hari kerja tadi saya tertegun. Selama ini kami bolak-balik ke Jakarta, menjelaskan bahwa di daerah ini kekuatan utama kami adalah jagung,” ungkap Pria yang meraih gelar doktordi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga tersebut
Menurut Gusnar, Gorontalo memiliki produksi jagung mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Namun tanpa industri pengolahan, angka tersebut belum memberi dampak maksimal bagi kesejahteraan petani.
“Jagung sebanyak itu tidak akan berarti apa-apa bagi petani jika tidak ada industri pakan ternak. Alhamdulillah, akhirnya ini bersambut,” kata Mantan Wakil Gubernur era Fadel Muhammad tersebut
Tak hanya pabrik pakan ternak, Gusnar menambahkan proyek tersebut juga mencakup pembangunan ekosistem peternakan ayam potong secara terintegrasi di Provinsi Gorontalo dengan nilai investasi tambahan sekitar Rp1,5 triliun.
“Bukan hanya pabrik pakan ternak, tapi juga ekosistem pengembangan ayam potong akan dibangun di Gorontalo,” bebernya.
Meski demikian, Gusnar mengingatkan bahwa rencana besar tersebut masih membutuhkan doa dan dukungan semua pihak agar tidak berpindah ke provinsi lain.Ia menegaskan persaingan antar daerah saat ini sangat ketat.
“Tolong ini didoakan supaya tidak berpindah. Semua provinsi sekarang berkompetisi meyakinkan pemerintah pusat,” katanya.
Lebih lanjut, Gusnar juga mengungkapkan pihaknya telah menerima petunjuk awal terkait jadwal peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan industri tersebut.
“Petunjuk yang saya terima, groundbreaking akan dilaksanakan pada 7 Januari 2026,” ungkapnya.
Ia berharap jadwal tersebut tidak kembali bergeser, mengingat keterbatasan fiskal daerah yang membuat Gorontalo sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat.
“Fiskal kita terbatas. Tidak ada cara lain selain terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat agar rakyat kita bisa meningkat kesejahteraannya,” ujarnya.
Gusnar menegaskan, kehadiran industri pakan ternak dan peternakan ayam terintegrasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, menyerap hasil pertanian lokal, serta menjadi penggerak ekonomi baru di Gorontalo.
Empat Kabupaten Jadi Sasaran Program Strategis.
Gubernur Gusnar Ismail mengungkapkan berdasarkan hasil survei tim Ditjen peternakan 4 kabupaten berpotensi menjadi lokasi yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Bone Bolango, dan Boalemo.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang disertai dengan elaborasi kebijakan secara komprehensif adalah kunci kesejahteraan rakyat.” ujarnya . (*/Jefri)