TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Aksi dugaan pembegalan terjadi di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.
Seorang wanita, Firayana (23) menjadi korban.
Firayana alami penusukan oleh orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di Jalan Poros Mamuju-Kalukku.
Lokasi kejadian tepatnya di Dusun Baobatu, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju.
Baca juga: Oknum Sekuriti di Majene Ngaku Polisi Ditangkap Usai Begal 2 Warga
Baca juga: Polres Majene Berhasil Tangkap Begal Ngaku Polisi, Punya Borgol Demi Meyakinkan Korban
Peristiwa tersebut terjadi, Jumat (26/12/2025).
Korban tengah berboncengan sepeda motor bersama kakaknya, Alfian.
Mereka pulang dari membeli makanan dari Kota Mamuju menuju rumah mereka di Desa Tadui.
Pelaku dari Arah Berlawanan
Alfian menuturkan, kejadian bermula ketika sebuah sepeda motor dari arah berlawanan tiba-tiba melaju mendekat dan memepet kendaraan mereka.
“Saya tidak sempat lihat dari depan. Adik saya yang dibonceng tiba-tiba berteriak karena ada motor yang seperti mau menabrak,” ujar Alfian kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Merespons teriakan tersebut.
Ia langsung mengarahkan motornya ke sisi kiri jalan untuk menghindari benturan.
Namun, pelaku justru melakukan aksi berbahaya.
Korban Ditusuk Benda Tajam
Saat jarak kedua motor sangat dekat, pelaku menjulurkan tangan dan menusukkan benda tajam ke arah Firayana.
“Kalau tidak sempat menghindar ke kiri, kemungkinan saya yang kena. Tapi adik saya mengalami luka di paha akibat tusukan,” lanjut Alfian.
Akibat serangan tersebut, Firayana mengalami luka robek di bagian paha.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Luka yang dialaminya harus mendapatkan beberapa jahitan karena luka menganga.
Kasus Dilaporkan ke Polisi
Pihak keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Mamuju pada Sabtu (27/12/2025).
Hingga kini, pelaku pembegalan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
“Saya berharap polisi bisa segera menangkap pelaku karena ini sangat meresahkan pengguna jalan,” kata Alfian.
Pihak kepolisian diharapkan meningkatkan patroli dan pengamanan, khususnya di ruas jalan yang rawan tindak kriminal.(*)