Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Ribuan warga yang bermukim di kaki gunung api Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah mulai mengevakuasi diri menyusul peningkatan status aktivitas gunung menjadi Level III (Siaga) sejak Selasa (30/12/2025).
Hingga Sabtu (3/1/2026), tercatat sebanyak 1.659 jiwa atau 538 Kepala Keluarga (KK) telah menempati posko pengungsian utama di Kampus Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Kampung Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi, menyatakan bahwa penanganan saat ini difokuskan pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
Berdasarkan data terbaru, terdapat:
"Prioritas utama kami di posko adalah memastikan kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia mendapatkan perawatan yang layak," ujar Ilham kepada TribunGayo.com, Sabtu (3/1/2026).
Proses evakuasi ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas gempa vulkanik.
Sebelumnya, jumlah warga di posko sempat melonjak hingga 2.500 jiwa akibat kepanikan warga dari desa-desa di luar zona bahaya.
"Kemarin sempat terjadi lonjakan karena warga berbondong-bondong mengungsi akibat panik.
Namun, seiring melandainya aktivitas kegempaan, warga dari desa yang tidak masuk instruksi evakuasi telah kembali ke rumah masing-masing," jelas Ilham.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah tetap menyiagakan sejumlah titik zona aman untuk mengantisipasi mobilisasi massa sewaktu-waktu jika aktivitas vulkanik kembali meningkat.
Mengingat suhu udara yang dingin di lokasi pengungsian, terutama pada malam hari, ketersediaan logistik kesehatan menjadi krusial.
"Udara di sini sangat dingin. Fokus kami adalah memastikan bayi dan lansia mendapatkan selimut yang cukup serta asupan nutrisi yang memadai agar kondisi fisik mereka tidak menurun," tambah Ilham.
Di lokasi yang sama, personel Koramil 03 Timang Gajah jajaran Kodim 0119/BM turut disiagakan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga.
Danramil 03 Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, menyebutkan bahwa kehadiran TNI bertujuan untuk membantu koordinasi kebutuhan logistik di lapangan.
"Personel kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Ini adalah bentuk komitmen TNI dalam melindungi masyarakat, baik dalam kondisi aman maupun siaga bencana," tegas Kapten Inf Takdir.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu hoaks dan tetap tenang.
Serta selalu memantau informasi resmi dari posko kebencanaan atau pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Burni Telong. (*)
Baca juga: Luka Diatas Luka: Kisah Susi dan Memori yang Hanyut Dibawa Banjir Bandang Bener Meriah
Baca juga: 24 Desa di Bener Meriah Masuk Zona Risiko Tinggi Erupsi Gunung Burni Telong, Ini Titik Evakuasinya
Baca juga: Status Siaga, Aktivitas Vulkanik Gunung Api Burni Telong di Bener Meriah Masih Tinggi