Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai pengiriman perdana sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, yang ada di Kota Serang.
Pengiriman perdana ini mulai dilakukan pada Kamis (1/1/2026), dengan volume sekitar 50 ton sampah.
Hal itu lantaran, tahap kerja sama terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang masih dalam tahap uji coba.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin mengatakan, pengiriman sampah ke TPAS Cilowong tidak dilakukan secara masif sejak awal, melainkan melalui mekanisme terukur.
“Betul, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memulai pengiriman perdana sampah ke TPAS Cilowong, Kota Serang. Pada pengiriman perdana tersebut, volume sampah yang diangkut sekitar 50 ton dan dilakukan secara bertahap serta terukur," ujarnya kepada wartawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Kerja Sama Pengelolaan Sampah dengan Kota Serang, Wali Kota Tangsel: Kita Harapkan Minimal 2 Tahun
Lebih lanjut Asep menyampaikan, bahwa selama masa uji coba tersebut, pihaknya bersama Pemerintah Kota Serang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, operasional, maupun dampak lingkungan, dan sosial.
Ia pun mengaku, sampah yang dikirim ke TPAS Cilowong merupakan sampah baru atau sampah harian, bukan sampah lama yang berada di TPA Cipeucang.
"Langkah ini dilakukan agar alur pengelolaan sampah tetap terkendali dan tidak menimbulkan persoalan teknis di lapangan," ucap Asep.
Asep juga menyampaikan, bahwa seluruh proses pengiriman dilakukan dengan pengawasan ketat oleh Pemerintah Kota Tangsel, dengan tetap menjalin koordinasi lintas daerah.
"Sembari kita terus menyiapkan solusi jangka panjang pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan," tuturnya.
Adapun terkait armada yang digunakan dalam pengangkutan sampah tersebut, Asep mengaku, seluruhnya merupakan milik Pemkot Tangsel.
"Pengiriman menggunakan armada DLH (Tangsel)," tutup Asep.